Liputan6.com, Jakarta - Nama Dwi Sasetyaningsih mendadak viral di media sosial. Ibu muda itu disorot usai unggahan soal anak keduanya diterima sebagai warga negara Inggris dan memegang paspor negara tersebut. Tak hanya itu, dia juga seolah menyesalkan jadi warga negara Indonesia (WNI).
"Udah resmi jadi British Citizen. Tapi cukup saya aja yang WNI, anak-anakku jangan," katanya dengan semringah lewat unggahan video. Video itu kemudian tersebar di media sosial dan mengundang ragam reaksi publik.
Belakangan diketahui, Dwi Sasetyaningsih adalah alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). LPDP berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan sebagai pemilik kewenangan Dana Abadi Pendidikan, dengan tujuan mendanai beasiswa magister (S2) dan doktor (S3) warga Indonesia di perguruan tinggi terbaik dalam maupun luar negeri. Beasiswa ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM untuk pembangunan.
Advertisement
Â
Sampaikan Pembelaan karena Merasa Difitnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509154/original/097117200_1771659028-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.23.11.jpeg)
Setelah mendapat banyak sorotan, wanita berambut pendek itu sempat melakukan pembelaan setelah merasa mendapat banyak fitnah atas unggahan sebelumnya.
Dia mengaku sudah lulus kuliah di Belanda sejak 2017, dan selama enam tahun sejak 2017-2023 dia kembali menetap di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi untuk Indonesia. Bahkan katanya, kontribusi yang dilakukan berlangsung hingga hari ini. Dia juga menegaskan kepindahannya ke Inggris bukan untuk kembali ke sekolah melainkan untuk menunaikan kewajiban sebagai istri.
"Kami semua masih WNI, anakku (yang kedua) memiliki hak 2 warga negara karena lahir di Inggris. Sehigga memiliki dua paspor (Indonesia dan Inggris) yang sah diakui dan dilindungi secara hukum oleh dua negara. Saya masih bayar pajak di Indonesia sam seperti kalian," katanya dalam akun tread miliknya beberapa waktu lalu.
Dia juga mengatakan, sebagai penerima beasiswa dengan uang rakyat sudah seharusnya melontarkan kritik ke kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sebagai timbal balik atau kontribusi terhadap rakyat.
"Ungkapan "cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan" adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia," katanya.
Oleh karena itu, dia menolak dengan semua fitnah atau tuduhan yang muncul atas unggahannya.
"Tapi saya sadar itu semua diluar kuasa saya. Mohon maaf lahir batin, Selamat menunaikan ibadah puasa ya warga!"
Â
Advertisement
Sampaikan Permintaan Maaf
Derasnya sorotan yang muncul membuat Dwi Sasetyaningsih kembali membuat sebuah unggahan lewat akun Instagram miliknya. Dia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya.
"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yangmemuat kalimat "cukup saya saja yang WNI, anak-anaksaya jangan", dengan ini saya menyampaikanpermohonan maaf secara terbuka kepada seluruhmasyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupuntidak nyaman atas pernyataan tersebut," katanya.
Menurut dia, pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagaiWarga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisiyang dirasakan.
"Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebuttidak seharusnya disampaikan dengan cara yangberpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebihberkaitan dengan identitas kebangsaan yang kitajunjung bersama," ujarnya.
Dia juga menyadari kalimat yang disampaikannya bisa dimaknai sebagai bentuk merendahkan bangsa Indonesia.
"Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," katanya.
Dwi mengaku menghargai atas ragam kritik dan masukan yang dialamatkan padanya. Dia menjadikan itu sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri.
"Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan. Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankanibadah sepenuh hati. Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya," katanya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509153/original/028377900_1771659028-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.16.51.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672442/original/048549000_1782711981-154843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264289/original/062986100_1782105289-pang-yuhao-_kd5cxwZOK4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4970301/original/040099500_1729050365-WhatsApp_Image_2024-10-16_at_10.17.46_e92f169d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3522672/original/017054600_1627378070-LPDP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163629/original/058837200_1742024202-25f9fce3-01a2-4995-8015-ee20285dd90a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573425/original/054546000_1777898649-Banner_Infografis_TNI_LPDP_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565509/original/085007700_1693989047-IMG_20230906_140234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990086/original/077484200_1730710278-ilustrasi_TNI_Setkab_Indonesia.jpg)