Prabowo Bakal Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS 19 Februari 2026 Besok

Hingga saat ini belum ada perubahan dalam kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Namun, pemerintah berharap ada penyesuaian yang lebih menguntungkan bagi Indonesia.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 21:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo akan tandatangani kesepakatan tarif dagang RI-AS pada 19 Februari.
  • Tarif awal 19% diharapkan bisa disesuaikan lebih menguntungkan Indonesia.
  • Indonesia berkomitmen beli energi, produk pertanian, dan pesawat Boeing dari AS.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani kesepakatan tarif dagang antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2025).

Menurut Prasetyo, penandatanganan tersebut direncanakan berlangsung setelah Presiden Prabowo menghadiri rapat Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

“Menghadiri undangan mengenai meeting BoP, kemudian juga atas koordinasi kedua negara salah satu tambahan agendanya akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2026).

Ia menambahkan, penandatanganan kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung setelah agenda BoP selesai.

"Rencana (tanda tangan kesepakatan) kalau sesuai jadwal di tanggal 19 Februari. Jadi setelah BoP baru kemudian ada rencana tandatangan kerja sama tarif,” imbuhnya.

Prasetyo menyebut, hingga saat ini belum ada perubahan dalam kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Namun, pemerintah berharap ada penyesuaian yang lebih menguntungkan bagi Indonesia.

“Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pemerintah belum menerima briefing lanjutan terkait kemungkinan penyesuaian besaran tarif. Meski demikian, Indonesia berharap tarif tersebut dapat ditekan lebih rendah, seperti yang terjadi pada sejumlah negara lain.

“Mungkin kita hanya melihat negara-negara lain, kalau ada yang bisa turun 18 ya mungkin kita pengen turun ke 18. Ya tapi kan artinya bukan kita yang menentukan hal tersebut, tapi bagian dari upaya kita untuk bernegosiasi kan terus kita lakukan,” tandasnya.

 

Kesepakatan Awal Tarif Dagang 19 Persen

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (15/7/2025) waktu setempat menyatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan Indonesia. Dalam kesepakatan tersebut, AS akan mengenakan tarif sebesar 19 persen atas barang asal Indonesia.

“Kami tidak akan membayar tarif. Jadi, mereka memberi kami akses ke Indonesia yang tidak pernah kami miliki,” ujar Trump, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (16/7/2025).

“Itu mungkin bagian terbesar dari kesepakatan ini. Dan bagian lainnya adalah mereka akan membayar 19%,” lanjutnya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump juga menyebut Indonesia berkomitmen membeli energi AS senilai USD 15 miliar, produk pertanian AS senilai USD 4,5 miliar, serta 50 pesawat Boeing, sebagian besar tipe Boeing 777, sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6