Kemenko PMK Luncurkan 'Bijak Cerdas Berdigital', Platform Belajar AI Gratis

Kemenko PMK meluncurkan bijakcerdas.dicoding.com, sebuah platform belajar daring baru agar masyarakat Indonesia dapat lebih bijak dan cerdas.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 20:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemenko PMK dan Dicoding luncurkan platform Bijak Cerdas untuk literasi digital dan AI.
  • Platform gratis ini penting untuk penggunaan AI yang etis, terutama bagi Gen Z dan Milenial.
  • Bijak Cerdas dilengkapi fitur Cek Kesehatan Digital, video, kuis, dan lencana pencapaian.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan bijakcerdas.dicoding.com, sebuah platform belajar daring baru agar masyarakat Indonesia dapat lebih bijak cerdas dalam berdigital dan ber-AI. Kemenko PMK menggandeng perusahaan edukasi teknologi Dicoding untuk menggarap platform tersebut.

Situs web microlearning bijakcerdas.dicoding.com adalah sebuah massive open online course (MOOC) yang aksesibel dan mudah digunakan masyarakat luas serta tanpa biaya alias gratis.

Menko PMK Praktino menyebutkan Indonesia adalah negara dengan tingkat adopsi AI yang terus meningkat. Faktanya bahwa Gen Z dan Milenial adalah pengguna terbesarnya (66%) (Survei APJII 2025) sehingga urgensi penggunaan AI secara etis serta bertanggung jawab semakin penting.

"Kami di Kemenko PMK meluncurkan platform Bijak Cerdas ini agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI," kata Pratikno dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Dia mengatakan, melalui platform Bijak Cerdas, masyarakat khususnya anak, guru, serta orang tua dapat memperoleh informasi edukatif yang menyeluruh perihal pemanfaatan kecerdasan artifisial (KA) atau artificial intelligence (AI) dengan bijak dan cerdas serta dapat memeriksakan kesehatan digital mereka.

"Penggunaan AI itu penting. Tetapi, kalau tidak bijak dan tidak cerdas, justru bisa banyak efek negatifnya," ujar dia.

Di Kemenko PMK, platform Bijak Cerdas ini dapat terealisasi karena kolaborasi antara Deputi IV Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Deputi I Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan, serta Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Buatan Nasional.

Lebih lanjut, kolaborasi industri dengan pemerintah dalam bidang penguatan sumber daya manusia (SDM) ini semakin lengkap dengan kontribusi Day of AI Indonesia dan juga Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang membantu pengembangan serta tinjauan materi ajar.

Fitur dari Platform

Pratikno menjelaskan, Bijak Cerdas juga dilengkapi dengan Cek Kesehatan Digital (CKD) untuk dewasa sebagai alat ukur pemahaman serta kebiasaan digital dalam aspek kecakapan digital, keamanan digital, dan etika digital.

Demi memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, platform Bijak Cerdas menghadirkan fitur lengkap dengan video, kuis, dan refleksi. Pengguna situs yang login dengan akun Dicoding akan meraih 2 keuntungan lebih, yakni fitur menyimpan progres belajar dan juga lencana (badge) pencapaian.

Artinya, pengguna bisa kembali belajar pada modul yang terakhir diakses dan mendapat motivasi lebih untuk menuntaskannya dengan imbalan badge digital yang menarik.

Chief Executive Officer Dicoding, Narenda Wicaksono menyatakan melalui ruang belajar digital ini, Dicoding berfokus memperkuat fondasi literasi digital dan AI untuk masyarakat Indonesia.

"Melengkapi misi pengembangan talenta digital kami sejak 2015, kehadiran platform Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI diharapkan membantu masyarakat untuk sadar menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis dan bertanggung jawab," papar Narendra.

Dicoding dan Kemenko PMK mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih bijak cerdas dalam berdigital dan ber-AI dengan belajar di https://bijakcerdas.dicoding.com/.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6