Penjelasan Transjakarta soal Insiden Bus Keluarkan Asap Tebal di Halte Pancoran

Insiden keluarnya asap tebal dari bus Transjakarta koridor 9 rute Pinang Ranti–Pluit di Halte Pancoran dipicu kebocoran radiator dan lepasnya vanbelt.

Diterbitkan 16 Februari 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bus Transjakarta koridor 9 berasap akibat kebocoran radiator dan vanbelt lepas.
  • Tidak ada korban jiwa; penumpang dievakuasi aman dan dialihkan ke bus lain.
  • Transjakarta investigasi bus Zhongtong dan berkomitmen pada standar keamanan teknis.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah bus Transjakarta rute koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) mengeluarkan asap tebal di Halte Pancoran pada Sabtu 14 Februari 2026, sekitar pukul 13.31 WIB.

Di mana insiden ini sempat direkam oleh netizen dan menjadi viral di media sosial.

"Insiden munculnya asap dari kap mesin belakang akibat kebocoran radiator dan lepasnya vanbelt," kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Meski demikian, dalam insiden tersebut tak ada korban jiwa, baik dari pengemudi maupun penumpang.

"Seluruh pelanggan telah dievakuasi dengan aman ke area halte dan dialihkan ke bus berikutnya dengan tertib," jelas Ayu.

Selain itu, masih kata dia, pihak Transjakarta juga memutuskan untuk memberhentikan sementara armada bus tersebut untuk dilakukan inspeksi menyeluruh.

"Dan memastikan setiap unit memenuhi standar kelayakan jalan yang ketat sebelum diizinkan kembali melayani pelanggan," kata Ayu.

Selain itu, Transjakarta akan melakukan investigasi terhadap puluhan unit bus gandeng BBG merk Zhongtong, khususnya pada sistem pendingin.

"Transjakarta juga tengah melakukan investigasi internal mendalam, dan melakukan pemeriksaan pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong, terutama pada sistem pendinginnya," ungkapnya.

 

Komitmen Transjakarta

Ayu menegaskan, Transjakarta berkomitmen tidak menoleransi segala bentuk pengabaian teknis. Ia menyebut, keamanan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas.

"Kami berkomitmen untuk tidak menoleransi segala bentuk pengabaian standar teknis demi menjamin keamanan dan kenyamanan. Seluruh armada yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi melayani pelanggan," tegasnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6