Upaya Intensif Pemadaman Karhutla di Riau dan Kepri

Kemenhut kerahkan tim Manggala Agni lakukan pemadaman intensif Karhutla di wilayah Riau dan Kepulauan Riau guna mencegah meluasnya sebaran titik api.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 04:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan upaya untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahat (karhutla) terus dilakukan intensif di beberapa wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk mencegah terjadi meluasnya titik api.

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, Tim Manggala Agni dari 4 Daerah Operasi (Daops) di Riau dan Kepulauan Riau, yaitu Daops Sumatera V/Dumai, Daops Sumatera VI/Siak, Daops Sumatera VII/Rengat dan Daops Sumatera VIII/Batam telah dikerahkan.

"Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2026).

Ferdian mengatakan di wilayah Kabupaten Pelalawan, kebakaran di Desa Teluk Beringin yang termasuk dalam Pulau Mendol. Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama BPBD Pelalawan, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pemadaman kebakaran (damkar) masih melakukan pemadaman api yang melahap ratusan hektar lahan dan hampir menghanguskan satu pulau.

Ferdian juga menjelaskan bahwa informasi yang didapat berawal dari masyarakat kebakaran di Pulau Mendol, diduga akibat penyiapan lahan, karena angin kencang terjadi kebakaran dan juga menghancurkan kebuh kelapa punya masyarakat.

"Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting di wilayah Kabupaten Pelalawan dan merupakan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga, sehingga kami terus mengerahkan personel dan peralatan di lapangan untuk memastikan api dapat segera dipadamkan sepenuhnya serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat," jelasnya.

Sinergi Lintas Sektoral di Bengkalis dan Siak

Operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Riau terus menunjukkan progres positif berkat kerja keras tim gabungan di lapangan. 

Pada hari Minggu (8/2), pasukan Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Sumatera VI/Siak yang bahu-membahu bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) sukses memadamkan api yang melahap area seluas 10 hektare di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis. 

Tidak berhenti di situ, fokus pemadaman juga diarahkan ke Desa Tanjung Leban. Di lokasi ini, sinergi lintas sektoral terlihat sangat kental dengan melibatkan personel TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran dari PT Bukit Batu Hutani Alam (BBHA), serta relawan Masyarakat Peduli Bencana (MPB). 

Mereka terus berupaya membuat sekat bakar dan memutus jalur api agar rembetan karhutla tidak semakin meluas ke area perkebunan produktif maupun kawasan konservasi.

Sementara itu, situasi di Kabupaten Siak, khususnya di Kelurahan Mempura, kini berangsur kondusif. Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera mengerahkan kekuatan penuh tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak untuk menjinakkan si jago merah. 

Berkat kolaborasi solid dengan aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, dan partisipasi aktif warga Kelurahan Mempura, api utama berhasil dipadamkan. Saat ini, tim di lapangan tengah memasuki fase krusial yaitu mopping up atau pendinginan. 

Langkah teknis ini dilakukan dengan menyisir seluruh area bekas terbakar untuk mencari dan mematikan sisa bara api sekecil apa pun yang tersembunyi di balik gambut, guna memastikan tidak ada potensi penyalaan kembali (re-burning) yang dapat memicu kebakaran susulan di kemudian hari.

Tantangan Medan Gambut dan Strategi Pencegahan

Di sisi lain, tantangan yang jauh lebih berat dihadapi oleh tim Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai yang tengah berjibaku di garis depan. Mereka harus berhadapan langsung dengan ganasnya api yang melalap vegetasi di wilayah Desa Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir. 

Fokus utama tim saat ini adalah mematikan kepala api untuk mencegah perluasan area terbakar. 

Wilayah ini memiliki rekam jejak kerawanan tinggi, mengingat pada tahun 2025 lalu pernah terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan ribuan hektare lahan di sekitar lokasi operasi saat ini. 

Kendala operasional di lapangan kian pelik karena karakteristik lahan berupa gambut dalam yang mudah terbakar, minimnya sumber air yang tersedia untuk pemadaman, serta akses lokasi yang sangat sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam maupun personel darat.

Tak hanya di daratan Riau, tingkat kewaspadaan juga ditingkatkan di Provinsi Kepulauan Riau. Titik api terdeteksi muncul di Kelurahan Kibing, Kota Batam, tepatnya merambah kawasan Hutan Lindung Tiban. 

Menanggapi hal ini, Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam dan kelompok tani setempat langsung bergerak cepat melakukan pemadaman. 

Ferdian menekankan bahwa tren penurunan luas kebakaran dan minimnya bencana asap yang berhasil dicapai dalam beberapa tahun terakhir harus terus dipertahankan. 

Oleh karena itu, strategi pengendalian tidak hanya bertumpu pada pemadaman reaktif semata. 

Manggala Agni juga mengintensifkan patroli rutin di area-area rawan guna mendeteksi dini dan mencegah munculnya titik api baru, terlebih di tengah kondisi cuaca yang kering dan hembusan angin kencang yang dapat memperparah penyebaran api.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6