Kemenag Perkuat Syiar hingga ke IKN dan Wilayah 3T Selama Ramadan

Kementerian Agama (Kemenag) menyambut Ramadan 1447 H/2026 M dengan meluncurkan 20 program unggulan.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menyambut bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 H  dengan rangkaian kegiatan bertemakan "Joyful Ramadan".

Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) total, ada 20 program unggulan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi milenial hingga masyarakat di wilayah pelosok Nusantara.

"Ramadan harus menjadi ibadah yang menggembirakan atau joyful, membawa ketenangan dan optimisme. Ada tiga makna utama yang kami usung ibadah yang membahagiakan, kebersamaan sosial melalui solidaritas yang inklusif, serta produktivitas dalam keberagaman," kata Stafsus Menteri Agama, Ismail Cawidu saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dia menuturkan, strategi Kemenag akan fokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan layanan keagamaan melalui masjid dan KUA, literasi keislaman yang mencerahkan dan moderat, serta pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi zakat dan wakaf produktif. 

"Tujuannya jelas, yakni pelayanan publik keagamaan yang humanis dan penguatan harmoni kebangsaan," tegas Ismail.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Bimas Islam, Abu Rohmad, memaparkan ada filosofi di balik logo Ramadan yang diusungnya tahun ini. Dia menggambarkan,  logo berbentuk kaligrafi tulisan 'Ramadan' dalam bahasa Arab tersebut membentuk siluet manusia yang sedang berdoa dengan tangan menengadah.

"Logo ini melambangkan kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa sekaligus ekspresi syukur dan optimisme. Kami ingin semangat ini menjiwai seluruh rangkaian kegiatan Bimas Islam selama Ramadan dan Syawal nanti," jelas Abu.

Abu lalu kemudian merinci, sejumlah program strategis yang telah disiapkan. Salah satu gerakan yang menjadi sorotan, yaitu "Ramadan Asri" (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan aksi nasional "Bersih-Bersih Masjid" alias BBM. 

"Gerakan ini merupakan bentuk konkret dari ekoteologi, di mana masyarakat diajak bergotong royong membersihkan tempat ibadah agar lebih khusyuk dan nyaman," tutur Abu.

Tak hanya menyasar fisik masjid, Abu memastikan, Kemenag juga meluncurkan program "Future Leaders of Masjid" yang menargetkan Gen-Z. Harapannya, agar para gen Z lebih dekat dengan masjid melalui kegiatan kreatif. 

"Selain itu, ada pula program "Qari Goes to Campus" yang akan membawa qari-qari juara internasional ke kampus-kampus di Bima, Palembang, dan Samarinda untuk mempopulerkan seni baca Al-Qur'an di kalangan mahasiswa," ungkap Abu.

 

Syiar Ramadan di IKN

Abu menjelaskan, pada Ramadan tahun ini, Kementerian Agama juga memberikan perhatian khusus pada syiar Islam di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui program 'Semesta Ramadan IKN'. 

“Jadi di sana (IKN) akan digelar berbagai kegiatan mulai dari buka puasa bersama, kajian kultum, hingga talkshow bersama Gen-Z dan ibu-ibu setiap akhir pekan," tambah Abu Rohmad.

Abu melanjutkan, program lain yang tak kalah penting adalah pengiriman lebih dari 2.000 Da’i ke wilayah Tapal Batas Negeri (wilayah 3T) untuk memastikan pelayanan keagamaan menjangkau daerah terluar dan terdepan. 

“Kemenag juga memperkenalkan inovasi "Starling" atau Salat Tarawih Keliling yang akan berkeliling ke berbagai kementerian dan lembaga negara guna mempererat silaturahmi antar-instansi,” beber dia.

 

Nikah Massal

Sebagai penutup rangkaian, Abu memastikan, setelah Idulfitri nanti, Kemenag akan menggelar "Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo" di bulan Syawal.

Acara itu mengombinasikan nikah massal dengan pameran industri pernikahan halal, sekaligus mengampanyekan gerakan sadar pencatatan nikah bagi masyarakat.

"Dukungan media dan seluruh pihak sangat kami harapkan agar syiar 'Joyful Ramadan' ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, sehingga melahirkan masyarakat yang saleh secara spiritual namun juga kuat secara sosial," Abu menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6