Liputan6.com, Jakarta - Upaya penegakan hukum dipercepat dilakukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) untuk menemukan dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan gajah Sumatera di wilayah Provinsi Riau.Â
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen negara dalam memastikan setiap kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi agar ditangani secara serius, menyeluruh, dan berkeadilan.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menjelaskan, upaya investigasi dan penelusuran jaringan dilakukan menyusul ditemukannya seekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) dalam kondisi mati di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan pada Minggu, 8 Februari 2026.
Advertisement
Menurutnya, daerah ini merupakan bagian dari wilayah jelajah gajah pada kantong habitat Tesso Tenggara.
"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan satwa liar. Tim kami di lapangan saat ini sedang bekerja intensif untuk mengidentifikasi jaringan pemburu ini," ujar Dwi, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) www.kehutanan.go.id, Senin, 9 Februari 2026.
Pihaknya akan melakukan penyelidikan pelaku pemburuan sampai ke akarnya agar kejadian yang serupa dapat diminimalisir.
“Fokus kami bukan hanya pelaku di lapangan, tapi hingga ke pemodal atau aktor intelektual di baliknya. Kejahatan terhadap satwa liar adalah kejahatan serius yang merusak ekosistem dan martabat bangsa," imbuhnya.
Dugaan Kejahatan Terhadap Satwa Liar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496118/original/096290100_1770474128-68ee0920-4155-424b-89a3-88007911fa6e.jpg)
Kematian gajah pertama kali dilaporkan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) kepada Polres Pelalawan dan Balai Besar KSDA Riau pada Senin 2 Februari 2026.Â
Berdasarkan keterangan awal di lapangan, Tim Penanggulangan Konflik Satwa Liar (TPKSL) Blok Ukui menemukan seekor gajah jantan telah mati dengan kondisi pembusukan lanjut.Â
Kemudian Balai Besar KSDA Riau melakukan nekropsi guna memastikan penyebab kematian secara medis dan ilmiah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, gajah berjenis kelamin jantan, diperkirakan berumur di atas 40 tahun, dan telah mati sekitar dua minggu sebelum ditemukan.Â
Selanjutnya, melalui bedah bangkai ditemukan indikasi cedera kepala berat, dan secara medis dugaan sementara mengarah pada trauma kepala akibat luka tembak.Â
Temuan ini memperkuat dugaan adanya tindak kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi.
Dwi menjelaskan, Gakkum Kehutanan saat ini memfokuskan upaya pada penelusuran aktor dan jaringan di balik peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan praktik perburuan satwa liar secara terorganisir.Â
"Langkah ini dilakukan melalui pengumpulan dan pendalaman alat bukti, penelusuran informasi lapangan, serta koordinasi dan kolaborasi intensif lintas instansi," katanya.
Advertisement
Penyidikan Langsung ke Tempat Kejadian Perkara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496117/original/086337000_1770474128-7272a5e6-e8ec-4b8b-81c4-6bc3d9e0cbe9.jpg)
Untuk menindaklanjuti masalah tersebut, Tim Polda Riau bersama Balai Besar KSDA Riau dan Gakkum Kehutanan saat ini kembali ke lokasi kejadian untuk melengkapi kebutuhan pembuktian dan memperkuat proses penegakan hukum.
Disamping upaya pengungkapan pelaku dan jaringannya, Tim Gakkum Kehutanan juga memeriksa dan meminta keterangan pihak PT. RAPP, mengingat TKP kematian Gajah berada di areal konsesinya.Â
Hal ini terkait dengan kewajiban pemegang PBPH dalam melakukan perlindungan hutan dan satwa liar di areal PBPH baik dalam bentuk koridor satwa maupun pengelolaan areal High Conservation Value (HCV).
Kemenhut menegaskan setiap bentuk perburuan dan pembunuhan satwa liar yang dilindungi merupakan kejahatan serius, serta akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Â
Dwi berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam upaya menjaga kelestarian Gajah Sumatera.
"Dukungan dan peran aktif seluruh pihak sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera sebagai bagian penting dari keberlanjutan ekosistem hutan Indonesia," tutup Dwi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3635956/original/044394200_1637155524-Infografis_Upaya_Perlindungan_Gajah_Sumatra_di_Habitatnya.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1659440/original/068042800_1501050496-Gajah_Mati.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407960/original/020894400_1782291107-ChatGPT_Image_24_Jun_2026__15.43.56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782150/original/095901200_1782877989-henrik-l-pSrbsvmIxSU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790512/original/064355700_1782898493-Jenewa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209049/original/095547800_1746424139-image__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782451/original/096347000_1782887081-Cakung_Barat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782422/original/035473700_1782885706-Degradasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782438/original/039428600_1782886412-GSDC.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782364/original/067481400_1782884356-Listyo_Sigit.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508874/original/089230100_1771634785-Menhut_Raja_Juli_Perhutanan.jpeg)