Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah Karbon

Inovasi bahan bangunan mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 23:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SIG hadirkan semen hijau, emisi karbon 38% lebih rendah, wujud komitmen ESG.
  • Dekarbonisasi dipercepat via bahan bakar alternatif dan energi bersih, kurangi emisi GRK.
  • SIG raih ESG Award 2026, didukung Sustainability Roadmap 2030 untuk keberlanjutan.

Liputan6.com, Jakarta - Produk bahan bangunan dengan jejak karbon lebih rendah menjadi kebutuhan sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi, di tengah masyarakat yang mulai peduli terhadap aspek keberlanjutan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan inovasi, dengan menghadirkan semen hijau yang diproduksi menggunakan material dan proses yang lebih ramah lingkungan. Produk tersebut memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, dengan tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan. Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga mendorong perusahaan menghadirkan solusi bahan bangunan dengan jejak karbon lebih rendah.

“Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan perusahaan di masa depan,” kata Vita, Jumat (14/8/2026).

Selain mengembangkan semen hijau, SIG mempercepat dekarbonisasi proses produksi melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif. Sumber bahan bakar tersebut berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif SIG meningkat 24 persen menjadi 681 ribu ton. Penggunaan bahan bakar alternatif tersebut setara dengan mengurangi konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton dan mendorong thermal substitution rate (TSR) mencapai 9,77 persen.

 

Menggunakan Energi Bersih

Di sektor energi, SIG juga memperluas penggunaan sumber energi yang lebih bersih. Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Teknologi WHRPG mengonversi panas buang dari proses produksi menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk mendukung operasional pabrik.

Berbagai langkah tersebut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline 2010. Sementara itu, emisi Scope 2 turun 15 persen dibandingkan baseline 2019.

Untuk menjaga konsistensi upaya keberlanjutan, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan perusahaan.

Penerapan roadmap tersebut dikawal melalui Komite Keberlanjutan untuk memastikan aspek keberlanjutan terintegrasi dalam pengelolaan bisnis perusahaan.

Vita mengatakan SIG akan terus mengakselerasi target keberlanjutan yang telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap 2030.

Atas inovasi semen rendah karbon dan konsistensi pengurangan emisi mengantarkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI Kategori Listed Company.

“Seluruh pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi SIG untuk terus mengakselerasi target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap 2030, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Vita.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6