BMKG: Potensi Hujan Sangat Lebat Sepekan ke Depan, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Bencana

BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas tinggi atau lebat dalam sepekan kedepan di sebagian wilayah Indonesia.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 08:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG prakirakan hujan lebat sepekan ke depan di sebagian besar wilayah Indonesia.
  • Jabodetabek berpotensi hujan sangat lebat 7 Februari 2026; waspada cuaca ekstrem.
  • Hujan tinggi akibat Monsun Asia, CENS; waspada banjir, longsor, gelombang tinggi.

Liputan6.com, Jakarta - BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan potensi hujan intensitas tinggi atau lebat dalam sepekan kedepan di sebagian wilayah Indonesia.

"Secara umum, dalam sepekan kedepan potensi hujan masih cukup tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia," ujar Prakirawan Cuaca BMKG, Nurma Yati dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Kamis (5/2/2026).

dengan wilayah yang perlu waspada mengalami peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat diantaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan," sambung dia.

Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat akan meningkat pada tanggal 7 Februari 2026, di antaranya wilayah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Bogor.

"Selama periode musim hujan, khususnya bulan Januari dan Februari untuk sebagian wilayah Indonesia potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Tingkat intensitasnya bervariasi, tergantung pada fenomena pemicunya," papar Nurma Yati.

 

Potensi Bencana Hidrometeorologi

Lebih lanjut, Nurma menuturkan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang disebabkan karena curah hujan tinggi, seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai, khususnya bagi daerah rawan bencana.

"Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi yang tetap perlu diwaspadai," terang dia.

Sebagai tambahan, Nurma mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi resmi seperti BMKG, guna meningkatkan antisipasi terhadap potensi bencana.

"Masyarakat disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi resmi serta meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang historisnya rawan banjir, longsor, maupun gelombang tinggi," papar dia.

 

Faktor Penyebab Hujan

Nurma Yati mengatakan, curah hujan yang signifikan pada beberapa waktu terakhir ini diakibatkan oleh adanya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara dingin dari wilayah Asia.

Selain itu, di wilayah Selat Karimata kecepatan angin masih menguat yang mendeteksi adanya aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS).

"Lalu wilayah barat dan selatan Indonesia juga teramati angin baratan yang menguat sehingga mengakibatkan terjadinya konvergensi dan konfluensi," ucap dia.

"Ini dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif, yang mengakibatkan peningkatan tutupan awan dan hujan sehingga mengurangi pemanasan matahari pada siang hari," tandas Nurma.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6