Orang Tak Dikenal Aniaya Karyawan Retail di Pasar Minggu, Pelaku 7 Orang Keluar dari Mobil Hitam

Penganiayaan sekelompok orang tak dikenal terhadap karyawan Astro Hub Ampera terjadi di kawasan Pasar Minggu

Diterbitkan 02 Februari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Karyawan Astro Hub Ampera dianiaya sekelompok orang tak dikenal di Pasar Minggu.
  • Insiden dipicu mobil menabrak motor terparkir, lalu cekcok dengan karyawan.
  • Polisi menyelidiki kasus ini, memeriksa saksi, dan menelusuri rekaman CCTV.

Liputan6.com, Jakarta - Penganiayaan dilakukan sekelompok orang tak dikenal terhadap karyawan Astro Hub Ampera di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Polisi sudah turun tangan melakukan penyelidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menerangkan, peristiwa itu bermula ketika sebuah mobil putih menabrak sepeda motor yang terparkir di depan Astro Hub Ampera pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden tersebut memicu cekcok mulut antara karyawan Astro dan pengemudi mobil.

Tak lama kemudian, datang sebuah mobil hitam. Dari kendaraan itu turun sekitar tujuh pria tak dikenal yang langsung melakukan penganiayaan terhadap beberapa karyawan Astro.

"Tidak selang berapa lama datang mobil berwarna hitam dan turun beberapa orang laki-laki yang tidak dikenal berjumlah sekitar 7 (tujuh) orang langsung melakukan pemukulan ke beberapa karyawan Astro," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Polisi telah mendatangi dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Pelaku Berjumlah 7 Orang

Berdasarkan keterangan korban dan saksi, penganiayaan dilakukan oleh sekitar tujuh orang tak dikenal terhadap beberapa karyawan Astro.

"Berdasarkan keterangan korban dan saksi bahwa benar telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh beberapa orang tidak dikenal berjumlah sekitar 7 (tujuh) orang kepada beberapa karyawan Astro," ujar dia.

Proses penyelidikan masih berjalan, termasuk penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi serta mengarahkan korban agar segera membuat laporan polisi.

"Korban belum mau untuk membuat LP di karenankan sedang menunggu itikad baik dari yang bersangkutan untuk ganti rugi atas kerusakan motor," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6