Prabowo Bikin Gerakan Gentengnisasi: Atap Rumah di Indonesia Pakai Genteng Ya, Bukan Seng

Prabowo Subianto membuat gerakan gentengnisasi sebagai upaya untuk mempercantik desa dan kota di Indonesia.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 13:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI dengan program gentengnisasi.
  • Atap seng dianggap panas dan mudah berkarat, merusak estetika; genteng lebih baik.
  • Genteng dinilai murah, kuat, dan akan diproduksi Koperasi Desa Merah Putih.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto segera meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dalam waktu dekat. Salah satu program dari gerakan ini yakni, gentengnisasi.

Prabowo menyebut saat ini hampir semua desa dan kota di Indonesia yang menggunakan seng untuk atap rumahnya. Padahal, atap dari seng justru mudah berkarat dan membuat para penghuni rumah kepanasan.

"Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat," kata Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut dia, Indonesia sulit menjadi indah apabila semua genteng rumah maupun bangunan berasal dari material seng. Untuk itu, Prabowo meminta semua atap di Indonesia memakai genteng.

"Maaf, saya tidak tahu ini dulu industri aluminium dari mana. Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengnisasi," jelasnya.

Genteng Tidak Mahal

Prabowo menilai harga alat pabrik genteng cenderung tidak mahal sebab bahan bakunya berasal dari tanah dengan campuran zat limbah lainnya lainnya. Sehingga, material genteng ringan dan kuat untuk atap rumah.

"Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," ujar Prabowo.

Dia menuturkan Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan pabrik pembuatan genteng. Prabowo juga mengajak kepala daerah untuk mempercantik kotanya dengan proyek gentengnisasi.

"Ini serius ya. Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah," tutur dia.

Karat Tanda Degenerasi

Prabowo tak ingin atap rumah atau bangunan di Indonesia terlihat berkarat di masa depan. Dia berharap Indonesia menjadi indah, kuat, bangkit, dan masyarakatnya bahagia.

"Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6