Prinsip Keberlanjutan, Penanaman Bibit Mangrove Dilakukan di Kawasan Konservasi PIK

Prinsip keberlanjutan, penanaman mangrove dilakukan di Kawasan Konservasi Mangrove di Pantai Indah Kapuk (PIK).

Diterbitkan 01 Februari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prinsip keberlanjutan, sebuah seruan global yang tidak pernah seurgent ini, saat era di mana batas antara laut dan daratan semakin rapuh.

Menanggapi tantangan lingkungan yang kritis ini, Fluidra telah mengambil langkah maju yang menentukan, mengubah tujuan keberlanjutan perusahaan menjadi tindakan nyata.

Di tengah arus pesisir Indonesia, baru-baru ini pihaknya memimpin inisiatif penanaman mangrove yang penting, memperkuat misi inti Tujuan Fluidra untuk mendorong pengelolaan lingkungan dan melindungi ekosistem perairan.

"Lokasi yang dipilih untuk acara penting ini adalah Kawasan Konservasi Mangrove di Pantai Indah Kapuk (PIK), zona penyangga ekologis strategis yang vital untuk mencegah erosi pantai," ujar Managing Director Indonesia Andri Ricardo melalui keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).

Dia menyebut, Indonesia, negara kepulauan yang menghadapi realitas langsung kenaikan permukaan laut dan abrasi tanah, menjadi negara tuan rumah yang sempurna untuk demonstrasi solidaritas global ini.

"Acara ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga komitmen nyata untuk memperkuat penghalang alami yang melindungi komunitas pesisir dan keanekaragaman hayati," kata Andri.

Dia menjelaskan, acara ini menyatukan koalisi kepemimpinan yang beragam, menyambut para pemimpin manajemen Asia dan global dari seluruh Fluidra.

"Para eksekutif datang dari kantor pusat di Spanyol, pusat regional di seluruh Asia, dan kantor lokal di Indonesia untuk berdiri bahu-membahu di lumpur," ucap dia.

"Pertemuan ini menyoroti visi terpadu perusahaan: bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama yang melampaui pembagian geografis dan hierarki perusahaan," sambung Andri.

 

Tanam Bibit Mangrove

Andri menjelaskan, selama sesi penanaman intensif, tim berhasil menanam bibit mangrove. Pohon-pohon ini terkenal dengan sistem akarnya yang kompleks yang bertindak sebagai jaring alami, menjebak sedimen dan menstabilkan garis pantai terhadap energi pasang surut yang tak henti-hentinya.

"Selain pengendalian erosi, hutan-hutan baru ini akan berfungsi sebagai penyerap karbon yang ampuh, menyerap karbon dioksida dari atmosfer secara jauh lebih efisien daripada hutan darat," ucap dia.

Inisiatif ini, lanjut Andri, menggarisbawahi pergeseran penting dalam cara perusahaan modern mendekati pertumbuhan. Bagi Fluidra, pertumbuhan tidak lagi hanya diukur dari metrik keuangan, tetapi juga dari jejak positif yang ditinggalkan di planet ini.

"Dengan mengintegrasikan upaya konservasi ini ke dalam operasi dasarnya, Fluidra menetapkan preseden bagi industri, membuktikan bahwa kesehatan ekologis dan kesehatan bisnis saling terkait erat," papar dia.

Andri menyebut, bibit bakau ditanam untuk menciptakan penghalang alami terhadap erosi.

 

Perspektif Kepemimpinan

Kekompakan yang ditunjukkan di PIK, di mana, direktur regional bekerja bersama staf lokal, mencerminkan semangat kolaboratif yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim.

"Ini adalah ilustrasi nyata dari filosofi 'Berpikir Global, Bertindak Lokal'. Keterlibatan langsung tim manajemen mengirimkan pesan yang jelas kepada pemangku kepentingan, mitra, dan pelanggan: Fluidra memimpin dengan memberi contoh, turun tangan untuk membangun dunia yang lebih bersih dan aman," kata Andri.

Saat bibit bakau ini berakar dan tumbuh, mereka akan berdiri sebagai monumen hidup untuk hari aksi ini. Mereka mewakili ketahanan terhadap erosi dan harapan untuk ekosistem yang seimbang.

"Acara ini menandai satu babak dalam perjalanan keberlanjutan Fluidra yang berkelanjutan, menjanjikan bahwa seiring perusahaan memperluas jangkauannya, Fluidra akan terus memperdalam akarnya dalam pelestarian lingkungan," ucap Andri.

Lambangkan Persatuan Pada akhirnya, acara penanaman mangrove PIK adalah seruan yang lantang. Ini mengingatkan kita bahwa perjuangan melawan degradasi lingkungan membutuhkan persatuan, upaya, dan kemauan untuk memelihara bumi. Fluidra telah menanam benih masa depan, mengundang dunia untuk menyaksikan benih tersebut tumbuh menjadi warisan keberlanjutan.

"Menyelenggarakan acara ini adalah suatu kehormatan besar. Melihat para pemimpin dari Spanyol dan Asia berlutut di lumpur untuk menanam bakau melambangkan persatuan kita. Ini mengirimkan pesan yang kuat yakni kita di sini untuk melindungi rumah kita, lautan kita, dan masa depan kita," jelas Andri.

Tiga wilayah, satu visi. Dengarkan dari tim kepemimpinan tentang pentingnya inisiatif ini. Keberlanjutan melampaui batas negara.

"Dengan menanam akar ini di tanah Indonesia, kami tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga secara fisik menanamkan komitmen global kami terhadap planet ini ke dalam fondasi operasional kami. Inilah warisan kami dalam tindakan," kata General Manager Africa, Asia & UK Francesc Camps.

"Asia berada di garis depan ketahanan iklim. Inisiatif di PIK ini merupakan bukti bahwa tanggung jawab perusahaan lebih dari sekadar strategi, melainkan kewajiban nyata. Kami sedang membangun masa depan di mana kesuksesan bisnis dan pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan," jelas ASIA Managing Director Charles Lim.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6