Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di berbagai daerah Indonesia kembali memunculkan persoalan krusial, seperti krisis air bersih.
Banjir, longsor, dan pergerakan tanah tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan jaringan distribusi air akibat pipa pecah, bocor, tertimbun bahkan bergeser dari jalurnya.
Di banyak wilayah terdampak, terputusnya akses air bersih justru menjadi dampak lanjutan yang berlangsung lebih lama dibanding bencananya sendiri.
Advertisement
"Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan infrastruktur air masih menjadi pekerjaan besar dalam upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana," ungkap Christabelle Priscilla, Chief Marketing Officer dari ALVApipe, Selasa 27 Januari 2026.
Menurutnya, saat bencana terjadi, kebutuhan air bersih meningkat drastis, baik untuk konsumsi, sanitasi, maupun layanan darurat. Namun, sistem distribusi air sering kali tidak siap menghadapi tekanan ekstrem dan perubahan kondisi tanah.
Pipa konvensional yang bersifat kaku rentan mengalami retak atau patah ketika terjadi pergeseran tanah, sehingga memperlambat proses pemulihan. Akibatnya, distribusi air bersih terhambat dan masyarakat harus bergantung pada suplai sementara, yang tidak selalu memadai untuk jangka waktu panjang.
Ketahanan Infrastruktur Air
Sebagai bagian dari industri nasional, produsen lokal diharapkan mampu memenuhi kebutuhan proyek di berbagai daerah tanpa ketergantungan pada pasokan impor.
“Krisis air bersih pascabencana sering kali diperparah oleh infrastruktur yang tidak tangguh. Pipa HDPE (High Density Polyethylene) menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan untuk kondisi geografis Indonesia,” ujarnya.
Dengan dukungan material yang tepat dan kesiapan industri dalam negeri, ketahanan infrastruktur air diharapkan dapat mengurangi dampak krisis air bersih di masa mendatang, sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414739/original/008691500_1763347745-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-17T094821.756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433995/original/041249400_1764908788-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543608/original/009620500_1775030492-sumur_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339333/original/053038100_1788411620-IMG-20260901-WA0032.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521888/original/068671200_1690882636-20230801-Gelombang-Panas-El-Nino-Jakarta-Faizal-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338331/original/056741400_1788323776-IMG-20260902-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297413/original/092999200_1784090230-989561fd-5ed5-4b03-833d-e3682094965e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330622/original/056999300_1787393886-Foto_3_-_Kondisi_rumah_di_Kabupaten_Ngada_setelah_gempa__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324460/original/042987400_1786706495-11244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311384/original/008751000_1785401627-air8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310438/original/085694900_1785317529-1001508141.jpg)