Manchester United Kembali ke Liga Champions, Legenda Beri Peringatan

Manchester United dapat alarm dari mantan gelandang.

Diterbitkan 09 September 2026, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kembalinya Manchester United ke Liga Champions 2026/2027 disambut optimistis, tetapi mantan gelandang klub, Gordon Strachan, melihat satu masalah besar yang bisa menghambat perjalanan mereka: pertahanan yang masih rapuh.

Berbicara secara eksklusif kepada Sports Mole, Strachan menilai Manchester United berpeluang melewati fase liga. Namun, ia meragukan kemampuan tim asuhan tersebut untuk bersaing lebih jauh ketika harus menghadapi klub-klub terbaik Eropa.

Manchester United akan mengawali kiprah mereka di Liga Champions dengan menjamu klub Azerbaijan, Sabah, di Old Trafford pada Kamis malam. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Atletico Madrid, Como, Roma, Sporting Lisbon, RB Leipzig, Bayern Munich, dan Villarreal pada fase liga.

Menurut Strachan, lolos dari fase liga seharusnya bukan persoalan besar bagi Setan Merah. Tantangan sesungguhnya baru akan terasa ketika kompetisi memasuki babak gugur.

“Masalahnya ada di pertahanan. Saya tidak yakin mereka bisa melangkah terlalu jauh di kompetisi ini. Ketika menghadapi tim-tim terbaik, Anda membutuhkan pertahanan yang kuat,” ujar Strachan.

Ia memperkirakan Manchester United tetap mampu mengamankan tiket ke fase 16 besar, meski peluang mereka setelah itu sangat bergantung pada lawan yang didapat.

“Saya rasa mereka akan lolos dari fase liga. Itu bukan masalah. Namun, ketika memasuki 16 besar, semuanya tergantung siapa lawan mereka. Saya tidak melihat mereka saat ini berada di level klub-klub elite Eropa karena pertahanan mereka belum cukup bagus,” lanjutnya.

Lini Pertahanan Jadi Pekerjaan Rumah

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Manchester United telah kebobolan enam gol dalam tiga pertandingan Liga Inggris musim ini. Mereka masing-masing kemasukan dua gol saat menghadapi Hull City, Ipswich Town, dan Everton.

Kondisi lini belakang itu juga menjadi sorotan mantan kapten United, Gary Neville, setelah tim hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Everton akhir pekan lalu.

Di sisi lain, Strachan menilai lini tengah United sudah menunjukkan perkembangan positif. Ia secara khusus menyoroti peran Bruno Fernandes sebagai pemain kelas dunia yang menjadi pembeda bagi tim.

“Lini tengah mereka sekarang cukup bagus, terutama karena adanya Bruno Fernandes. Dia adalah pemain kelas dunia,” kata Strachan.

Namun, menurutnya, United membutuhkan lebih dari satu pemain bintang jika ingin kembali menjadi kekuatan utama di Eropa.

“Menurut saya, dia adalah satu-satunya pemain kelas dunia yang mereka miliki. Kalau ingin menjadi tim papan atas, Anda membutuhkan lebih dari itu di dalam skuad,” tambahnya.

 

Manchester United Harus Unjuk Gigi

Manchester United memiliki sejarah panjang di kompetisi elite Eropa. Setan Merah telah tiga kali menjuarai Piala Eropa/Liga Champions, yakni pada 1968, 1999, dan 2008.

Namun, mereka terakhir kali tampil di Liga Champions pada musim 2023/2024. Saat itu, United justru tersingkir di fase grup setelah finis di posisi keempat dalam grup yang dihuni Bayern Munich, Galatasaray, dan Copenhagen.

Terakhir kali Manchester United berhasil mencapai fase gugur kompetisi ini terjadi pada musim 2021/2022. Mereka melaju hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan Atletico Madrid.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hasil Pertandingan Liga Champions: Real Madrid dan Man City Menang, Inter-Lille Tumbang

Aulia Rafa, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan