BPOM Tegaskan PLTS Atap Haleon Perkuat Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai pemasangan PLTS Atap di pabrik Haleon Indonesia sebagai kontribusi nyata industri kesehatan dalam mendukung transisi energi berkelanjutan dan target pengurangan emisi karbon nasional.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 01:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BPOM mendukung PLTS Atap Haleon sebagai praktik industri berkelanjutan.
  • PLTS Atap Haleon kurangi 449 ton CO2/tahun, setara penyerapan 7.460 pohon.
  • Kolaborasi pemerintah-industri penting dorong inovasi teknologi ramah lingkungan.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik haleon Indonesia adalah sebuah praktik industri berkelanjutan yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional serta didukung oleh pihaknya melalui sejumlah angka.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, keberlanjutan menjadi isu yang paling krusial di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan terhadap iklim, transformasi digital, serta kepentingan ekonomi nasional.

Menurutnya, industri kesehatan memiliki tanggung jawab strategis karena beririsan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

“Sebagai sektor yang berperan langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat sehari-hari, industri consumer health tentu memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan ketersediaan produk yang aman, bermutu, serta berkelanjutan," katanya. Dikutip dari Antara, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, inisiatif pemanfaatan energi surya yang dilakukan Haleon Indonesia menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan patuhnya regulasi dan perlindungan lingkungan.

Taruna juga mengatakan, BOPM secara konsisten mendukung industri yang mengedepankan praktik produksi ramah lingkungan, khususnya dalam bidang kesehatan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kapasitas regulasi, penerapan praktik pembuatan yang baik (good manufacturing practices/GMP), hingga pengawasan yang mendorong industri agar bertanggung jawab.

“BPOM mengapresiasi langkah Haleon dalam memanfaatkan teknologi baru yang ramah lingkungan. Ini adalah contoh nyata bagaimana industri kesehatan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga mutu dan keamanan produk. Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh pelaku industri lainnya,” katanya.

Tekan Emisi Karbon Setara Penyerapan Ribuan Pohon

PLTS Atap yang terpasang mencakup area dengan luas mencapai 2.382 meter persegi, dengan nilai 678 panel fotovoltaik berteknologi monocrystalline silicon berdaya tinggi.

Dengan kapasitas terpasang sebesar 416,97 kWp, sistem tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitas 557.647 kWh energi hijau per tahunnya.

Energi tersebut mampu menyulap 15 persen dari total kebutuhan energi pabrik. Implementasi tersebut juga diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 449 ton CO₂ per tahunnya, setara dengan manfaat penyerapan untuk karbon lebih dari 7.460 pohon per tahunnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Haleon Indonesia, Dhanica Dumo Mae-Tiu mengatakan bahwa pemasangan PLTS Atap merupakan bagian dari komitmennya dalam jangka panjang perusahaan.

Kolaborasi Pemerintah dan Industri Dorong Inovasi Hijau

Komitmennya dalam menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik, tak hanya melalui produk, tetapi dengan cara perusahaan beroperasi juga.

“Tujuan kami adalah menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan menjunjung nilai kemanusiaan, dan hal tersebut dimulai dari integritas cara kami beroperasi. Kami ingin masyarakat Indonesia merasakan manfaat, tidak hanya dari efektivitas produk kami, tetapi juga dari praktik produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di baliknya,” ujar Dhanica.

Melalui peresmian PLTAS Atap tersebut, BPOM menegaskan pentingnya kolaborasi dilakukan antara pemerintah dan industri dalam mendorong inovasi teknologi yang ramah lingkungan, terkhusus untuk sektor kesehatan.

Tujuan bersama yang di inginkan tercapai adalah demi menciptakan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, dan juga dampaknya positif bagi masyarakat serta lingkungan secara global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6