Sekjen PDIP Hasto: Suara Kemanusiaan Jauh di Atas Kalkulasi Hitung-hitungan Elektoral Politik

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa identitas partai banteng moncong putih bukan sekadar alat pemenangan pemilu, melainkan alat mengorganisir rakyat guna memperjuangkan kemanusiaan.

Diterbitkan 25 Januari 2026, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa identitas partai banteng moncong putih bukan sekadar alat pemenangan pemilu, melainkan alat mengorganisir rakyat guna memperjuangkan kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat tertindas yang berakar pada ideologi Bung Karno.

Hal ini disampaikannya dalam orasi politik di acara rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-53 sekaligus peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, pada Minggu (25/1/2026).

Di hadapan ratusan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Sukabumi, Hasto menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia menjelaskan bahwa tema peringatan HUT kali ini, "Satyam Eva Jayate", yang berarti 'Kebenaran Pasti Menang', merupakan komitmen moral bagi setiap kader.

"Ibu Mega menyampaikan pesan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-53 ini menggambarkan suatu perisai moral, benteng moral bagi PDI Perjuangan untuk terus berjuang menegakkan kebenaran. Kebenaran yang kita perjuangkan adalah kebenaran ideologis, kebenaran berdasarkan jalan konstitusi, kebenaran pada jalan hukum yang berkeadilan, dan kebenaran berdasarkan mandat aspirasi dari rakyat Indonesia," ujar Hasto.

Hasto mengingatkan para kader bahwa sejarah partai menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai badai politik karena keberanian berdiri bersama rakyat.

Ia menyentuh sisi kemanusiaan partai yang menurutnya harus berada di atas kepentingan elektoral. Hasto mencontohkan bagaimana partai tetap mengirimkan bantuan ambulans, dokter, dan perawat secara masif ke daerah bencana seperti Aceh dan Sumatra Barat, meskipun secara politik elektoral PDI Perjuangan bukan pemenang di sana.

"Suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi hitung-hitungan urusan elektoral politik. Ketika untuk gerak kemanusiaan saja ada yang menghambat-hambat, maka sekali lagi mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan tersebut. Selama rakyat menderita, kita wajib hadir di tengah mereka," tambahnya.

Politik Kesehatan

Terkait peresmian klinik, Hasto memuji inisiatif Ribka Tjiptaning dan menyebut klinik tersebut sebagai perwujudan politik kesehatan yang progresif. Menurutnya, kesehatan rakyat adalah syarat mutlak bagi Indonesia untuk maju. Ia menekankan bahwa di Klinik Waluya Sejati Abadi, rakyat harus dilayani tanpa melihat status sosial.

"Hadirnya klinik ini akan menjadi bagian dari tangan kiri partai kita untuk bersikap progresif di dalam menyelamatkan rakyat. Sedangkan tangan kanan partai adalah manajemen pelayanan tanpa diskriminasi. Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu dan kita memberikan pelayanan tanpa diskriminasi," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dalam sambutannya menegaskan bahwa mulai 1 Januari 2026, Pemerintah Kota Sukabumi resmi menghapuskan segala bentuk retribusi kesehatan bagi masyarakat.

"Apa yang tadi disampaikan oleh Mbak Ning (Ribka Tjiptaning), untuk Januari 2026 ini tidak ada lagi namanya retribusi untuk klinik maupun Puskesmas. Tidak boleh ada lagi. Jadi tidak ada retribusi untuk kesehatan, dan memang itu sudah saya berlakukan sejak tanggal 1 Januari 2026. Insya Allah, Mbak, tidak ada lagi," ujar Ayep Zaki.

Dukungan Operasional Klinik

Lebih lanjut, Ayep Zaki menyatakan komitmen pribadinya untuk mendukung operasional Klinik Waluya Sejati Abadi dengan menyumbangkan Rp 30 juta per tahun dari dana pribadi. Ia juga berjanji akan mengawal kenaikan kelas klinik tersebut dari Klinik Pratama menjadi Klinik Utama secara bertahap.

"Wali kota yang sekarang berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak dasar masyarakat Kota Sukabumi, dan itu sejalan juga dengan PDI Perjuangan," tambah Ayep Zaki.

Adapun dalam acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Ribka Tjiptaning (Ketua DPP Bidang Kesehatan), Ono Surono (Ketua DPD Jawa Barat), Wanto Sugito (Sekretaris DPD Banten), Iwan Adhar Ridwan (Ketua DPC Kota Sukabumi), Paoji Nurjaman (Ketua DPC Kabupaten Sukabumi), serta jajaran pengurus PAC dan Ranting.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6