Panen Raya di Banyuasin, Wamentrans Serahkan Bantuan Rp100 Juta dan Janjikan Pembangunan Jalan

Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi hadiri Penyerahan Bantuan Pengembangan Kelembagaan sekaligus rayakan Panen Raya Padi di Telang Rejo, Muara Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan pada Kamis (22/1/2026). 

Diterbitkan 22 Januari 2026, 18:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi RI gelontorkan bantuan pengembangan kelembagaan kepada Koperasi Produsen Transmigran Merah Putih Telang senilai Rp100.000.000 di Telang Rejo, Muara Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan pada Kamis (22/1/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan Panen Raya Padi yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) RI, Viva Yoga Mauladi. Dalam kesempatan ini, Viva Yoga berkomitmen untuk memfasilitasi para petani di Desa Telang Rejo dengan pengadaan alat yang dapat mendukung kerja petani. 

"Tadi Kementerian Transmigrasi memberikan bantuan kepada koperasi kelompok tani di sini dalam rangka untuk bantuan pengadaan alat yang nanti juga akan dibantu dengan peralatan pengiringan yang sederhana," ujar Viva Yoga. 

Tak hanya itu, Viva Yoga turut menyinggung akses transportasi di wilayah tersebut. Akses transportasi di wilayah Telang Rejo masih perlu ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi para petani agar dapat menjual hasil panennya ke luar desa. 

Dukungan ini diwujudkan dalam rencana pembangunan jalan di Telang Rejo yang dicanangkan akan mulai dibangun pada tahun ini. Selain pembangunan jalan, Viva Yoga berjanji akan membantu perbaikan sejumlah infrastruktur dan berbagai perencanaan lain yang ditujukan untuk membangun wilayah Telang Rejo. 

"Kementerian Transmigrasi akan membantu pembangunan jalan poros, jalan non-status, renovasi infrastruktur untuk tahun 2026 dan perencanaan yang lain," tuturnya. 

Terkait pembangunan sarana dan prasarana di wilayah Telang Rejo, Viva Yoga menuturkan Kementerian Transmigrasi akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah setempat dan sejumlah kementerian terkait. 

 

Telang Rejo Panen Raya 8 Ton Gabah Kering

Penyerahan bantuan dari Kementerian Transmigrasi turut dibersamai dengan panen raya padi di wilayah Telang Rejo. Desa ini berhasil mengumpulkan sebanyak 8 ton gabah kering dan menjadi sentra produksi padi dan beras. 

Sebelumnya, Telang Rejo merupakan salah satu dari 45 wilayah transmigrasi yang menjadi prioritas Kementerian Transmigrasi RI. Wilayah tersebut dulunya merupakan daerah rawa dan kini telah berkembang pesat menjadi salah satu pendorong swasembada pangan di Banyuasin. 

"Dan di daerah Telang inilah kita menjadi lumbung pangan nasional terkhususnya untuk menjadi sentra produksi padi dan beras. Satu hektar bisa produksi gabah kering panen 8 ton dan ini akan kita tingkatkan lagi," jelas Viva Yoga. 

Viva Yoga menambahkan, transformasi wilayah transmigrasi Telang Rejo ini juga merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Bupati Banyuasin, Askolani menjadi salah satu pejabat yang mengusulkan wilayah Telang Rejo menjadi wilayah transmigrasi. 

"Kementerian Transmigrasi dengan seluruh kementerian yang terkait dengan program pertanian merasa bersyukur bahwa ide, inisiatif dari pemerintah daerah yang langsung dipimpin oleh Bapak Bupati itu menghasilkan sebuah prestasi yang besar," katanya. 

Lebih lanjut, Viva Yoga menekankan program transmigrasi ini bukan sekadar perpindahan penduduk. Program transmigrasi ditujukan untuk membangun perekonomian warga setempat. Dalam hal ini, Telang Rejo berhasil meningkatkan ekonomi daerah melalui hasil panen yang melimpah dan tercapainya swasembada pangan. 

"Petani semakin baik, semakin meningkat pendapatannya, pupuk juga bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau sesuai dengan peraturan perundang-undangan," pungkasnya. 

Bangun Kerja Sama dengan Sejumlah Kementerian

Wamentrans RI menjelaskan, Kementerian Transmigrasi telah berkoordinasi dengan sejumlah Kementerian terkait untuk membangun kawasan transmigrasi. Hal ini dilakukan demi percepatan perkembangan dan kemajuan di wilayah tersebut. 

"Di kawasan transmigrasi ini kita juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, ATR/BPN, Perhubungan, dan lain sebagainya. Jadi satu program itu bisa dikerjakan secara kolektif, kolegial oleh seluruh kementerian," terangnya. 

Salah satu lembaga pemerintah yang digandeng oleh Kementerian Transmigrasi, yakni Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian telah mendorong sejumlah petani di wilayah transmigrasi untuk memastikan tanaman yang ditanam dapat dipanen secara maksimal.

Dengan bantuan tersebut, petani dapat lebih mudah untuk memproduksi hasil panen yang berkualitas. Kualitas panen yang tinggi tentu dapat menarik minat konsumen dan secara tidak langsung juga akan meningkatkan pendapatan para petani. 

Melihat potensi tersebut, Viva Yoga berniat untuk meningkatkan produksi di sejumlah kawasan transmigrasi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi agar tidak terjadi penurunan dari tahun ke tahun. 

"Inilah menjadi hal yang positif menurut kami dan akan kita tingkatkan lagi agar produksi di kawasan transmigrasi telang dan sekitarnya tetap dapat meningkat dari tahun ke tahun dan akan semakin dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6