Banjir Rendam 32 Titik di Kota Tangerang, 160 Warga Mengungsi

Banjir akibat cuaca ekstrem merendam 32 titik di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota hingga Kamis malam.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 08:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 32 titik banjir di Tangerang akibatkan 160 warga mengungsi akibat hujan deras.
  • Kecamatan Cipondoh terparah, jembatan tak bisa dilalui; pohon tumbang di Pakuhaji.
  • Polres Tangerang dirikan 4 posko, evakuasi, atur lalu lintas, dan bersihkan pohon.

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat 32 titik banjir dan genangan air yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, akibat hujan yang mengguyur sejak Kamis 22 januari 2026.

"Setidaknya, ada 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh petugas," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, Jumat (23/1/2026).

Adapun banjir terpantau di sejumlah wilayah antara lain:

  1. Kecamatan Benda
  2. Kecamatan Ciledug
  3. Kecamatan Cipondoh
  4. Kecamatan Pinang
  5. Kecamatan Jatiuwung
  6. Kecamatan Sepatan
  7. Kecamatan Pakuhaji
  8. Kecamatan Teluknaga

Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 centimeter hingga mencapai 120 centimeter, dengan kondisi terparah terjadi di Kecamatan Cipondoh, yang mengakibatkan akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.

Selain banjir, tercatat pula satu kejadian pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga. Pohon jenis waru dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang 2 meter tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa dua unit rumah warga.

"Kami pastikan, meski menimbulkan kerusakan materiil, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa," ungkap Jauhari.

 

Dirikan Posko

Adapun, Polres Metro Tangerang Kota telah mendirikan empat Posko Siaga Bencana, yakni di Polres Metro Tangerang Kota, Kantor Damkar Kecamatan Benda, Kantor Satpol PP Kecamatan Teluknaga, serta di Kampung Alar Indah, Desa Kohod, Pakuhaji.

Upaya penanganan yang dilakukan meliputi evakuasi warga terdampak, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di titik-titik rawan, pembersihan pohon tumbang, koordinasi lintas sektor dengan Pemda, BPBD, PLN, serta stakeholder terkait.

Patroli dan pengamanan rumah kosong, serta pemeriksaan medis dasar oleh puskesmas setempat juga terus dilakuan.

"Seluruh jajaran tetap siaga dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif," kata Jauhari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6