Kemenhan Lantik 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Ada Anak Cak Nun hingga Putra Hotman Paris

Kemenhan memastikan bahwa pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.

Diterbitkan 18 Januari 2026, 10:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kementerian Pertahanan melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional.
  • Noe Letto dan Frank Hutapea termasuk tenaga ahli yang dilantik.
  • Pemilihan tenaga ahli berdasarkan keahlian, bukan latar belakang keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan resmi melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional untuk memperkuat perumusan kebijakan strategis di bidang pertahanan. Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, vokalis band Letto sekaligus putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, para tenaga ahli tersebut akan berperan memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Seluruh masukan itu akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.

"Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku," kata Rico, Minggu (18/1/2026).

Selain Noe Letto, Kementerian Pertahanan juga melantik Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional.

Tak Pilih Berdasarkan Latar Belakang Keluarga

Rico menjelaskan, para tenaga ahli yang memiliki keahliannya masing-masing itu akan berkontribusi pemikiran strategis lintas disiplin. Mulai dari perspektif sosial, kebudayaan, dan komunikasi strategis yang relevan untuk memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional

Nantinya, kontribusi pemikiran itu akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan termasuk Menteri Pertahanan, sehingga keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara.

Rico mengatakan, pemerintah memastikan bahwa pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.

"Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya," katanya, dilansir Antara.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6