Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono menekankan aksi pemulihan lingkungan sebagai elemen penting dalam keberlangsungan hidup.
Ia mendorong pentingnya hidup berdampingan dengan alam, dan setiap orang perlu menanam pohon, setidaknya satu pohon.
"Kita harus hidup berdampingan dengan pohon dan idealnya setiap orang menanam setidaknya satu pohon. Karena oksigen adalah kebutuhan dasar manusia, maka kalau ada yang tidak pernah menanam pohon, itu bukan manusia," kata Diaz, melansir Antara, Rabu (14/1/2026).
Advertisement
Ia juga menyoroti urgensi setiap manusia membutuhkan sekitar 0,5 kilogram oksigen per hari.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan penanaman pohon. Karena, dalam satu pohon mampu memproduksi hingga 1,2 kilogram oksigen setiap hari. Rasio ini menunjukkan ketergantungan manusia terhadap kelestarian flora.
Menurut Diaz, menanam pohon merupakan bentuk rasa kemanusiaan dan tanggung jawab kepada alam.
"Menanam pohon adalah bentuk nyata dari rasa kemanusiaan dan tanggung jawab terhadap krisis iklim yang kini sedang melanda dunia," ucap dia.
Hal ini disampaikan pada aksi penanaman pohon di Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), pada Minggu 11 Januari 2026.
"Pemulihan lingkungan bukan hanya pilihan, tetapi juga syarat mutlak bagi keberlangsungan hidup manusia," kata Diaz.
Ia menegaskan krisis iklim tidak dapat lagi dipandang sebagai isu masa depan. Lebih daripada itu, krisis iklim merupakan realitas yang telah berdampak langsung pada hidup manusia saat ini.
Ketimpangan Emisi Karbon di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
Sejalan dengan Diaz, Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Transisi Hashim Djojohadikusumo juga mendukung adanya penanaman pohon ini.
Ia memaparkan fakta bahwa, Indonesia kerap menjadi korban dari dampak perubahan iklim.Â
Mengejutkannya, penyebab utama perubahan iklim ini bukan mutlak berasal dari negara kita. Melainkan dari negara-negara maju.Â
"Seperti yang disampaikan Wamen LH, perubahan iklim tidak bisa ditanggapi dalam waktu dekat. Karena penyebab perubahan iklim terjadi di belahan bumi lain. Ini fakta yang pahit bagi Indonesia," kata Hashim.Â
Hashim menyebutkan, terdapat ketimpangan emisi karbon yang mencolok.Â
Rata-rata warga Indonesia dapat menghasilkan 3 ton emisi karbon per tahun. Sedangkan warga di negara-negara maju dapat mencapai hingga 13 ton per tahun pada setiap jiwa.
Ketimpangan ini, menurut Hashim, menunjukkan Indonesia berada pada dampak perubahan iklim global. Meski kontribusi emisi relatif kecil, Indonesia menanggung risiko bencana yang jauh lebih besar dibanding negara penghasil emisi karbon tertinggi.
Advertisement
Penanaman Pohon sebagai Mitigasi Bencana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445039/original/076394700_1765799469-WhatsApp_Image_2025-12-15_at_5.29.51_PM.jpeg)
Adanya aksi penanaman pohon di Tapanuli Utara ini menjadi langkah strategis dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.Â
Sebagai wilayah hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Tapanuli Utara memiliki peran penting dalam bencana hidrometeorologi ini.
Pasalnya, pada November tahun lalu, bencana banjir dan tanah longsor telah merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa.
Fenomena ini semakin mempertegas pentingnya menjaga tutupan hijau di wilayah hulu DAS. Penanaman pohon dinilai mampu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, mengurangi limpasan permukaan tanah, serta menekan potensi banjir dan longsor. Â
Selain berfungsi ekologis, keberadaan pohon juga berperan dalam menjaga kualitas air sungai melalui penyediaan bibit dan gerakan penanaman.
Upaya rehabilitasi dan lahan di wilayah ini menjadi krusial, mengingat kerusakan di daerah hulu sungai akan berdampak langsung pada masyarakat di kawasan hilir DAS Batang Toru.Â
Hashim berharap, aksi penanaman pohon ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Namun, dapat menjadi aksi berkelanjutan guna menjaga kelestarian alam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393698/original/066134700_1761571394-Infografis_cms__5_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4232811/original/046945700_1668945623-close-up-picture-hand-holding-planting-sapling-plant_1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300875/original/054411300_1784416107-000_C2JW4HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300879/original/072698600_1784417748-000_C2JX6TK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350032/original/059095500_1678233390-AP23066634640543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300874/original/043662800_1784416104-000_C2JW4HK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287292/original/040577200_1783207898-000_B9AE3Q6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7070428/original/064493000_1779849025-IMG-20260526-WA0145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8459222/original/021640400_1782358392-pg25-lembah-anai-17f8c9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2334108/original/066597200_1534606749-Tambang_Freeport.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7070427/original/091082700_1779849024-IMG-20260526-WA0142.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6984126/original/071255300_1779751550-email-attachment_2026_05_25_fira-alfi-syahrin_pipa-air-utama-amtj-sukabumi-jebol-tertimpa-longsor-pasokan-air-ribuan-warga-sukabumi-tersendat_339555.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6856560/original/005070800_1779639400-338368.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6249871/original/094299000_1779126144-b20d8e26-4783-4baf-b44a-a830a969accd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5968214/original/006468900_1778863588-327695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5948304/original/020967200_1778845186-WhatsApp-Image-2026-05-14-at-20.38.26.jpeg)