Satu Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Tol JORR

Satu orang tewas dalam tabrakan beruntun melibatkan enam kendaraan di Tol JORR arah Cakung, Sabtu.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 19:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kecelakaan beruntun 6 kendaraan di Tol JORR sebabkan 1 tewas, 2 luka.
  • Pengemudi truk kontainer tewas, sopir pikap luka berat, sopir truk lain luka ringan.
  • Kecelakaan diduga akibat microsleep dan pengemudi truk tidak jaga jarak aman.

Liputan6.com, Jakarta - Satu orang meninggal dunia dan dua lainnya terluka akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 54+600 arah Cakung, kawasan Bintara, Sabtu (18/7/2026).

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Brata Manggala mengatakan, korban meninggal dunia adalah Gandi Sugandi (59), seorang pengemudi truk kontainer.

"Korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati," kata dia saat dikonfirmasi.

Selain korban meninggal, Hamdan Hidayat (28), sopir pikap, mengalami luka berat dan dilarikan ke RS Mitra Keluarga Jati Asih. Sementara Jajang Irawan (28), sopir truk, mengalami luka ringan dan juga dievakuasi ke rumah sakit yang sama.

Sebelumnya, Rieki menjelaskan kecelakaan bermula ketika enam kendaraan melaju dari arah Bintara menuju Cakung di lajur satu. Lima kendaraan yang berada di depan mengurangi kecepatan karena kondisi lalu lintas yang padat.

“Keenam kendaraan melaju dari Bintara arah Cakung di lajur satu, kendaraan pertama sampai kendaraan kelima mengurangi kecepatan karena kondisi macet,” kata dia.

Menurut Rieki, truk bernomor polisi F 9539 FD yang berada di urutan paling belakang diduga mengalami microsleep sehingga pengemudinya kehilangan kendali dan menghantam kendaraan di depannya.

“Dari belakang kendaraan keenam Truck F 9539 FD diduga mengantuk (micro sleep) tidak bisa mengendalikan kendaraan sehingga menabrak kendaraan di depannya sehingga mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya.

 

Dugaan Penyebab

Akibat tabrakan tersebut, enam kendaraan mengalami kerusakan berat. Kendaraan yang terlibat terdiri atas satu mobil pikap, satu mobil boks, dua trailer, satu light truck, dan satu truk. Posisi akhir kendaraan berada di lajur satu dan bahu jalan arah utara.

Selain microsleep, dari analisis sementara pihak kepolisian, kecelakaan juga diduga dipicu oleh pengemudi truk yang tidak menjaga jarak aman.

“Karena micro sleep/mengantuk dan kurang menjaga jarak,” kata Rieki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6