Megawati: Kritik terhadap Kekuasaan Harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus selalu dilandasi oleh data dan fakta.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 00:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Megawati: Kritik kekuasaan harus berbasis data dan fakta, bukan emosi sesaat.
  • PDIP sebagai partai penyeimbang wajib pastikan kebijakan negara pro rakyat kecil.
  • Diskursus politik harus fokus keadilan sosial, kedaulatan, dan kualitas demokrasi.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus selalu dilandasi oleh data dan fakta.

Dia tidak ingin, sikap tersebut hanya sebatas amarah atau emosi sesaat. 

“Menghadapi kekuasaan, perjuangan Partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” kata Megawati dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Presiden ke-5 RI ini menambahkan, garis perjuangan partai adalah perjuangan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan kebijakan pada Rakyat Marhaen.

Sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan berkewajiban memastikan kebijakan negara tidak menjauh dari kepentingan rakyat kecil dan keadilan sosial.

“Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata Rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah Partai menjaga martabat politiknya,” pesan Megawati.

 

Objek Kritikan

Megawati juga menggarisbawahi, dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukanlah musuh personal, melainkan objek kritik kebijakan yang sah.

Dia pun mendorong, agar diskursus politik nasional digeser, tidak hanya terpaku pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berbicara tentang keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi.

"PDI Perjuangan harus menjadi tempat rakyat mencari keadilan, terutama ketika negara tampak kuat secara institusi namun lemah dalam memberikan rasa keadilan," pesan ibu dari Puan Maharani ini.

Oleh karena itu, lanjut Megawati, perjuangan partai harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari fungsi legislasi di parlemen hingga politik akar rumput yang emansipatoris.

“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik Rakyat,” pungkas putri proklamator Bung Karno ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6