Seskab Teddy Dinilai Perkuat Koordinasi Komunikasi Bencana Sumatera

Menurut Ali, dalam situasi krisis, efektivitas komunikasi lebih penting dibandingkan siapa yang memegang kendali koordinasi.

Diterbitkan 31 Desember 2025, 07:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Komunikasi publik penanganan bencana di Sumatera semakin solid dan terkoordinasi.
  • Seskab Teddy Indra Wijaya mengoordinasikan komunikasi bencana menjadi lebih sistematis.
  • Kunjungan intens Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan pemerintah dalam penanganan.

Liputan6.com, Jakarta - Komunikasi publik pemerintah terkait penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera dinilai semakin solid dan terkoordinasi. Perbaikan tersebut tampak setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengambil peran koordinatif dalam penyampaian informasi penanganan bencana ke publik.

Penguatan komunikasi itu berlangsung seiring rencana Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan kembali mengunjungi lokasi bencana pada momentum Tahun Baru.

Pengamat politik Arus Politik Indonesia, Ali Rifan, menyebut konsolidasi komunikasi menjadi faktor krusial agar informasi yang diterima masyarakat tetap seragam dan tidak menimbulkan kebingungan.

“Belakangan ini saya melihat komunikasi pemerintah jauh lebih seragam. Konferensi pers dilakukan bersama-sama oleh kementerian dan lembaga terkait. Ini penting agar tidak ada pernyataan yang kontraproduktif dan menimbulkan kebingungan publik,” ujar Ali saat dihubungi, Selasa (30/12/2025).

Menurut Ali, dalam situasi krisis, efektivitas komunikasi lebih penting dibandingkan siapa yang memegang kendali koordinasi.

“Siapa yang mengoordinasikan itu teknis. Yang paling penting adalah output-nya, yakni komunikasi mampu menjembatani kebuntuan informasi dan menyampaikan gambaran penanganan bencana secara utuh dan komprehensif kepada publik,” katanya.

Ali menilai di bawah koordinasi Seskab Teddy, komunikasi publik terkait perkembangan bencana di Sumatera kini lebih sistematis. Informasi mengenai kondisi lapangan, kendala teknis, hingga tahapan penanganan dan pemulihan disampaikan secara lebih jelas.

Ia juga menilai persepsi mengenai lambannya penanganan di lapangan tidak bisa dilepaskan dari faktor medan dan kondisi geografis wilayah terdampak.

“Secara umum, penanganan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Namun memang kondisi medan yang berat membuat prosesnya tidak bisa instan,” ujarnya.

 

Bukti Keseriusan Pemerintah

Keseriusan pemerintah pusat, lanjut Ali, tampak dari intensitas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke daerah terdampak bencana.

“Presiden Prabowo sudah ke Aceh tiga kali, ke Sumatera Utara dua kali, dan ke Sumatera Barat satu kali. Informasinya, saat Tahun Baru nanti Presiden juga dijadwalkan kembali berkunjung ke lokasi bencana,” kata Ali.

Rencana kunjungan Presiden tersebut dinilai sebagai bagian dari kesinambungan antara kerja lapangan dan penguatan komunikasi publik.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani dan memulihkan dampak bencana di Sumatera. Tidak hanya simbolik, karena menteri-menteri terkait, TNI, dan Polri juga standby di lokasi, bahkan berkemah, untuk membantu para korban secara real time,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6