Momen Ceria Ratusan Siswa Disabilitas Diajak Keliling Istana

Seskab Teddy mengatakan siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 17:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 164 siswa INDISI ikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • Peserta disabilitas semangat belajar sejarah dan pemerintahan di Istana Negara dan Merdeka.
  • Kunjungan ini tekankan disabilitas bukan penghalang meraih cita-cita dan berkarya bagi bangsa.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus mempelajari sejarah bangsa. Mereka mengunjungi dan mengelilingi Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (16/7/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa para peserta yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.

"Pagi ini, Istana kembali membuka pintunya untuk anak-anak Indonesia. Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) hadir dalam program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Dengan penuh semangat, adik-adik penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa datang untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta dan sejarah bangsa," kata Teddy dikutip dari siaran pers, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, para siswa hadir membawa cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, serta tekad yang kuat untuk terus menimba ilmu. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk bermimpi dan berjuang meraih masa depan.

"Mereka hadir dengan cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan meraih masa depan. Hari ini menjadi pengingat bahwa semangat, tekad, dan cita-cita tidak pernah mengenal batas," tuturnya.

Teddy berharap kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta dapat menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.

"Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang membekas dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa," ujar Teddy.

Teddy pun menegaskan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berharap langkah kecil yang dimulai melalui program tersebut dapat menjadi awal lahirnya generasi muda Indonesia yang mampu menciptakan karya-karya besar dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.

"Karena disabilitas bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Siapa tahu, kelak dari langkah-langkah kecil hari ini akan lahir karya-karya besar yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," pungkas Teddy.

 

Lebih Dekat dengan Sejarah Istana

Dalam kegiatan ini, para siswa biasanya diajak oleh seorang pemandu berkeliling ke Istana Kepresidenan Jakarta yang merupakan tempat Presiden RI menjalankan tugas negara. Para siswa juga diajak masuk ke Istana Negara, Istana Merdeka, hingga Kantor Presiden.

Ketiganya merupakan tempat Presiden Prabowo Subianto biasa menggelar rapat terbatas bersama menteri, sidang kabinet paripurna, melantik menteri dan pejabat negara, serta tempat diumumkannya kebijakan pemerintah.

Selama berkeliling, para siswa mengenal lebih dekat sejarah Istana, melihat berbagai koleksi bersejarah, serta belajar tentang pemerintahan dan perjalanan bangsa Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6