Penguatan Irigasi Kementan Tuai Apresiasi KAMMI, 40 Ribu Kader Siap Kawal Program Swasembada Pangan

Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat sektor lahan dan irigasi mendapat apresiasi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Diterbitkan 27 Desember 2025, 19:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kementan diapresiasi KAMMI atas terobosan lahan dan irigasi pertanian.
  • Program Ditjen LIP Kementan menarik minat generasi muda ke pertanian.
  • KAMMI siap mengerahkan 40 ribu kader dukung swasembada pangan nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat sektor lahan dan irigasi mendapat apresiasi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Atas berbagai terobosan Kementan di bawah komando Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, KAMMI menyatakan kesiapan 40 ribu kader untuk mengawal dan mendukung program swasembada pangan nasional.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) PP KAMMI, Aulia Furqon menilai langkah cepat Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) telah menghadirkan perubahan nyata dan menumbuhkan kembali optimisme generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Yang kita lihat dalam waktu yang sangat singkat, kurang lebih satu tahun berdiri dan aktif, Ditjen LIP lewat program 10.000 irigasi perpompaan dan juga 4.000 irigasi perpipaan, ini bisa memunculkan harapan-harapan baru untuk anak-anak muda bisa kembali aktif di bidang pertanian,” kata Furqon dalam LIP Podcast di Polbangtan Malang, Jawa Timur, pada Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, lahan dan irigasi merupakan faktor paling krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Tanpa ketersediaan air dan sistem irigasi yang berfungsi optimal, swasembada pangan hanya akan menjadi slogan.

“Kalau kita bicara swasembada pangan, ada dua hal yang sangat vital, yaitu lahan dan irigasi. Tidak akan ada produksi kalau airnya tidak ada, tidak akan ada keberlanjutan kalau konservasinya tidak maksimal, dan tidak ada masa depan petani muda kalau tidak diiringi dengan smart innovation yang bisa menarik anak-anak muda untuk bisa berdaya di bidang pertanian,” jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, Furqon juga menyampaikan dukungan KAMMI terhadap agenda besar swasembada pangan nasional. Ia menegaskan kesiapan KAMMI untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan agenda swasembada pangan.

 

KAMMI Siap Sukseskan Swasembada Pangan

Dengan lebih dari 40 ribu kader yang tersebar di seluruh Indonesia, KAMMI siap terlibat langsung mendukung program Kementerian Pertanian di lapangan.

“Empat puluh ribu kader kami siap sama-sama menyukseskan swasembada pangan. Berapa pun kader yang dibutuhkan untuk turun ke lapangan, kami siap bergerak,” katanya.

Selain itu, KAMMI menilai keberanian Mentan Amran dalam mengambil kebijakan strategis, termasuk penguatan produksi nasional tanpa impor dan penetapan harga gabah, sebagai langkah awal yang penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dua langkah berani yang dijalankan Menteri Pertanian, tidak impor dan penetapan harga pembelian pemerintah, itu menjadi starting awal yang baik untuk memerangi persoalan harga di lapangan,” ungkap Furqon.

Ia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pangan membutuhkan kerja gotong royong lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif generasi muda dan mahasiswa sebagai kekuatan sosial yang mengawal keberlanjutan program pemerintah.

“Ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Semua harus gotong royong, termasuk kami dari mahasiswa,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6