Respons TransJakarta Terkait Viral Ibu Marah-Marah Cekcok dengan Penumpang Muda soal Tempat Duduk

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) merespons insiden ributnya sesama penumpang di dalam bus TransJakarta.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) merespons insiden ributnya sesama penumpang di dalam bus TransJakarta.

Dalam video viral di media sosial, terlihat seorang perempuan muda dimaki dengan kata-kata kasar oleh seorang ibu usai menolak memberikan kursi yang telah ditempatinya.

Diunggah akun Instagram @hani.rajagukguk kursi itu diketahui bukan kursi prioritas, sehingga yang bersangkutan tak berkenan untuk memberikannya. Dalam rekaman itu, penumpang yang masih muda tersebut diminta pindah kursi, namun menolak karena dirinya sedang mengalami sakit kepala.

Menanggapi hal tersebut, PT TransJakarta menekankan soal pentingnya sikap saling menghargai serta pemahaman terhadap penggunaan fasilitas tempat duduk yang tersedia di armada. Transjakarta juga menyampaikan empati mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dalam peristiwa tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman kurang menyenangkan yang dialami pelanggan kami. TransJakarta adalah milik bersama, dan kami ingin setiap perjalanan menjadi momen yang aman serta nyaman bagi semua pelanggan tanpa terkecuali," kata Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Welfizon Yuza dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

Welfizon memyatakan, untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman, TransJakarta akan terus memperkuat edukasi kepada pelanggan terkait peruntukan kursi prioritas di dalam armada bus.

Ada pun kursi prioritas diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang tua yang membawa anak atau balita. Sedangkan kursi di luar kategori itu merupakan area umum yang dapat digunakan oleh seluruh pelanggan.

 

Apresiasi Sikap Toleransi

Lebih lanjut, Transjakarta mengapresiasi sikap toleransi antarpenumpang, terutama dalam kondisi tertentu, seperti ketika ada pelanggan yang mengalami gangguan kesehatan, sebagaimana dilaporkan dalam unggahan tersebut.

"Kami akan menginstruksikan petugas di lapangan agar lebih proaktif dalam menyosialisasikan aturan kursi prioritas serta membantu memediasi apabila terjadi kendala antarpenumpang di dalam bus," ucap Welfizon.

TransJakarta, lanjut dia, menyediakan berbagai kanal pengaduan bagi pelanggan yang mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman selama menggunakan layanan.

Pengaduan juga dapat disampaikan secara langsung kepada petugas di halte, melalui Call Center Transjakarta di nomor 1500-102, maupun melalui saluran resmi media sosial Transjakarta melalui pesan langsung (direct message).

"Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama membangun budaya bertransportasi yang santun. Masukan dari pelanggan sangat berarti bagi kami untuk terus meningkatkan standar layanan Transjakarta," jelas Welfizon.

 

Viral Video Ibu Marah-Marah di TransJakarta

Sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan dua penumpang terlibat cekcok di dalam bus TransJakarta di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @hani.rajagukguk, terlihat seorang penumpang selaku perekam video yang duduk di kursi bukan prioritas dimarahi hingga dimaki oleh seorang ibu-ibu yang berdiri di depannya.

Ibu-ibu itu memarahi dan memaki perekam video lantaran menganggapnya tidak mau mengalah dengan memberikan kursi yang sedang didudukinya. Dalam caption video yang diunggah, perekam video menjelaskan kronologi kejadian yang menimpanya.

"Gua duduk tuh padahal enggak di kursi prioritas dan ibu ini maksa-maksa minta tempat duduk ke gua, tapi dengan sangat tidak sopan. Terus gua bilang maaf ke ibu ini karena enggak gua kasih karena posisi gua juga lagi sakit kepala," demikian penjelasan si perekam video.

Dalam rekaman video, perekam video sudah menjelaskan bahwa dirinya sedang mengalami sakit kepala. Namun, penjelasan tersebut tidak diterima dan ibu tersebut tetap memaksa perekam video untuk memberikan kursinya serta melontarkan kata-kata bernada tinggi.

"Saya enggak mau tahu. Enggak mau tahu gue," ucap ibu tersebut dalam video.

Perekam video menyebut ibu-ibu tersebut marah tanpa henti kepadanya sampai akhirnya berkata kasar dan menyumpahinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6