AFS Global Future Leaders Network 2025 Hadir Lewat Kolaborasi SKK Migas dan Bina Antarbudaya

AFS Global Future Leaders Network 2025 hadir melalui kolaborasi SKK Migas dan Yayasan Bina Antarbudaya sebagai program pengembangan kepemimpinan bagi pelajar sekolah menengah dari berbagai daerah.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Bina Antarbudaya bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2025, sebagai upaya pengembangan kepemimpinan bagi pelajar sekolah dengan fokus pada isu keberlanjutan, infrastruktur berkelanjutan, serta sektor minyak dan gas bumi. 

Program ini dirancang untuk menjangkau pelajar dari wilayah sekitar operasi hulu migas sekaligus membuka ruang pembelajaran lintas daerah dan lintas budaya. 

Sebanyak 55 siswa terpilih berasal dari Kepulauan Tanimbar, Kutai Kartanegara, Bojonegoro, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

Global Digital Program Specialist, Bina Antarbudaya Fani Salsabila mengatakan, program ini bertujuan membuka ruang interaksi antarpelajar dari berbagai daerah melalui pembelajaran bersama dan jejaring lintas wilayah.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya membangun wawasan global, tetapi juga relevan dengan konteks daerah masing-masing peserta," ujar Fani, saat diskusi bersama Liputan6.com, Jumat 19 Desember 2025. 

Rangkaian kegiatan mencakup sustainability workshop yang memuat pembahasan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pengenalan dasar perancangan proyek, wawasan sektor energi, serta penguatan keterampilan kepemimpinan.

Pembelajaran juga dilengkapi dengan kunjungan ke Depo LRT Jakarta, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kantor SKK Migas, serta Museum Nasional untuk memberikan gambaran teknis sektor migas dan keterkaitannya dengan pendidikan, teknologi, dan energi.

Ruang Belajar Lintas Daerah bagi Pelajar Sekitar Migas

AFS GFLN 2025, menghadirkan ruang belajar bersama bagi pelajar yang berasal dari wilayah sekitar operasi hulu migas. 

Melalui program ini, para peserta dari berbagai daerah dipertemukan dalam satu forum pembelajaran untuk saling bertukar pengalaman, pandangan, dan memahami kondisi daerah masing-masing.

Sebanyak 55 pelajar berusia 15–17 tahun dari Kepulauan Tanimbar, Kutai Kartanegara, Bojonegoro, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur terlibat dalam program ini. 

Salah satu perwakilan peserta, Hayana Hafiza, siswi asal Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mengatakan kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai daerah menjadi pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

"Begitu datang, saya langsung bertemu teman-teman dari daerah lain. Kami langsung sharing, bertukar cerita, dan membahas banyak hal yang berbeda dari yang saya temui di sekolah," ujar Hayana.

Pertemuan dengan pelajar dari berbagai daerah memberikan pengalaman baru bagi peserta, khususnya dalam memahami isu-isu yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari.

"Ada beberapa materi yang tidak saya temui di sekolah, seperti pembahasan tentang stereotype dan generalization. Dari situ pengetahuan saya jadi lebih luas," katanya.

Melalui ruang belajar lintas daerah ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga belajar memahami sudut pandang dan pengalaman pelajar lain.

Beasiswa dan Pendampingan Penuh bagi Peserta

Peserta AFS GFLN 2025, menerima beasiswa penuh, mencakup biaya pendidikan, akomodasi, transportasi, dan pendampingan sejak hari pertama

"Sehingga ini merupakan program beasiswa dan sejak hari pertama, kami sudah menjemput dan mendampingi peserta. Mulai dari kedatangan, ada yang mendarat di pesawat, ada yang mendarat di bandara, ada yang menggunakan kereta, ada yang menggunakan shuttle," ujar CSR Specialist SKK Migas Fadhilah.

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari koordinasi kedatangan peserta hingga pendampingan sepanjang sesi pembelajaran, workshop, dan kunjungan lapangan. 

Peserta dapat fokus mengembangkan proyek-proyek kreatif, memahami isu keberlanjutan, serta memperoleh wawasan langsung tentang sektor energi dan infrastruktur berkelanjutan

Dengan dukungan penuh dari yayasan Bina Antarbudaya dan SKK Migas, peserta mampu merasakan pengalaman belajar yang lengkap, mulai dari teori, praktik, hingga penerapan nyata di lapangan, sehingga program ini menjadi pengalaman yang berharga dan membentuk kompetensi masa depan mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6