Seskab Teddy Sebut Penanganan Bencana Sumatra Berskala Nasional, Anggaran Rp 60 T Dikeluarkan

Seskab Teddy menanggapi desakan agar pemerintah menetapkan banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra sebagai bencana nasional.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 17:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah pusat tangani bencana Sumatra secara nasional dengan pengerahan besar.
  • Anggaran Rp60 triliun dari pusat dikucurkan untuk pemulihan dan pembangunan.
  • Pemerintah mengerahkan banyak alat berat, kapal, pesawat untuk pemulihan infrastruktur.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi desakan agar pemerintah menetapkan banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra sebagai bencana nasional. Teddy menekankan bahwa sejak awal pemerintah pusat sudah mengerahkan bencana Sumatra sebagai penanganan berskala nasional.

Teddy menyebut semua kekuatan negara dikerahkan untuk menangani bencana di Sumatra. Mulai dari, penerjunan pasukan TNI-Polri, alokasi dana, hingga pemulihan pasca bencana.

"50.000 lebih pasukan di sana, TNI, Polri. Ada 50.000 lebih pasukan di sana, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan-relawan banyak sekali. Di minggu pertama ada 26.000," kata Teddy dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Dia juga menegaskan Presiden Prabowo berkomitmen pemerintah pusat akan bertanggung jawab terhadap anggaran penanganan dan pemulihan bencana. Teddy menyebut pemerintah mengucurkan Rp60 triliun secara bertahap yang diperuntukkan membangun hunian sementara, hunian tetap, hingga gedung dan fasilitas rusak akibat bencana.

"Katanya kalau enggak bencana nasional, anggaran enggak dari pusat. Bapak Presiden sudah jawab dari awal. Semuanya ini akan menggunakan dana pusat. Disampaikan Rp60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga," jelasnya.

Teddy menuturkan kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana juga telah diberikan bantuan dan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan korban. Bahkan, dia mempersilahkan kepala daerah meminta tambahan apabila dana tersebut kurang.

"Dan juga langsung seluruh Bupati, Wali Kota, 52 itu, diberikan uang cash untuk di hari itu. Bila ada kebutuhan lain, tinggal sampaikan, pasti dikasih juga. Dan tentunya, bantuan dari segala macam sudah masuk ke kabupaten itu," ujar Teddy.

Bantah Pemerintah Lepas Tangan

Dia juga membantah anggapan pemerintah pusat lepas tangan dalam pemulihan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang rusak. Teddy mengungkapkan bahwa lebih dari 100 kapal, pesawat, dan helikopter telah diterjunkan ke lokasi bencana.

"Ada alat berat dari PU (Pekerjaan Umum) mungkin, totalnya sekitar seribu mungkin. Diangkut dari manapun di Indonesia ini, diangkut ke sana," tuturnya.

Menurut dia, semua kekuatan sudah digerakkan untuk memperbaiki jembatan dan jalan putus akibat banjir. Teddy pun mengajak semua pihak untuk membantu penanganan dan pemulihan bencana.

"Apakah semuanya sudah dapat logistik? Apakah yang dilakukan sudah sempurna? Tentu belum. Makanya ayo, kita sama-sama, bahu membahu, saling dukung. Kalau niat bantu, ayo, ikhlas, tulus," ucap dia.

Teddy meminta agar masyarakat menyampaikan kepada petugas TNI-Polri dan petugas lapangan apabila mengetahui ada lokasi bencana yang belum mendapatkan bantuan logistik. Dia memastikan petugas langsung turun tangan mengerahkan bantuan.

"Pasti langsung dikerjakan. Bisa anda sampaikan ke bupati, semua bupati, kepala daerah, gubernur, bupati, wakil, wali kota, wakil dan pegawainya, semua. Di sana bisa dijangkau, bisa dihubungi, dan aparat-aparat di sana bekerja semua. Kalau ada yang kurang, anda sampaikan. Pasti langsung secepat mungkin gimana caranya itu sampai," pungkas Teddy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6