Operasi Darurat BGN di Sumatera: Aceh Tetap Stabil, Sumbar Menurun, Sumut Catat Kenaikan

Operasi tanggap darurat Badan Gizi Nasional (BGN) di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh terus bergerak dinamis.

Diterbitkan 12 Desember 2025, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Aceh - Badan Gizi Nasional (BGN) gencar melakukan operasi tanggap darurat di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Berdasarkan laporan 10–11 Desember 2025, setiap wilayah menunjukkan pola yang berbeda, dari pelebaran jangkauan layanan, peningkatan distribusi bantuan, hingga berkurangnya pasokan di sejumlah lokasi. Fokus utama BGN saat ini adalah memastikan pemenuhan gizi warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Di Sumatera Barat, jangkauan operasi terus meluas dengan bertambahnya titik distribusi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dari 169 menjadi 174 titik. Namun, total distribusi bantuan justru turun 25%, dari 1.352 menjadi 1.011 porsi. Penurunan ini terutama dipicu berkurangnya suplai di Kabupaten Tanah Datar (dari 969 menjadi 831 porsi) dan Kabupaten Agam (dari 383 menjadi 180 porsi). Sementara itu, jumlah titik pengalihan tetap stabil pada dua titik.

Operasi darurat di Sumatera Utara mencatat peningkatan distribusi bantuan, berbeda dengan kondisi di Sumatera Barat. Total bantuan naik 25%, dari 14.253 menjadi 17.873 porsi, sebagian besar didorong oleh distribusi pertama di Kabupaten Tapanuli Tengah yang langsung mencapai 5.644 porsi. Di sisi lain, Kabupaten Langkat mengalami pengurangan dari 6.422 menjadi 4.398 porsi. Jumlah titik pengalihan tetap 13 titik.

Sementara itu, kondisi operasi di Aceh menunjukkan kestabilan. Titik distribusi yang berhenti operasi naik tipis 0,6% (169 menjadi 170 titik), dan titik yang beroperasi normal juga meningkat 0,6% (179 menjadi 180 titik). Titik tak terdata menurun signifikan sebesar 17%, dari 12 menjadi 10 titik. Dari sisi suplai, total distribusi hanya mengalami perubahan kecil sebesar 0,1%, turun dari 1.256.661 menjadi 1.255.264 porsi. Meski demikian, Kabupaten Pidie Jaya mencatat peningkatan distribusi yang menonjol dari 79.976 menjadi 99.451 porsi.

BGN Fokus Layanan Beroperasi Tanpa Gangguan

Kepala Regional SPPG Provinsi Aceh, Mustafa Kamal, menegaskan bahwa kestabilan operasi merupakan efek dari koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat. 

“Meskipun masih terjadi beberapa dinamika yang kategorinya kecil dari hari ke hari, Aceh tetap menjaga konsistensinya dalam proses pelayanan. Fokus utama kami adalah memastikan setiap titik yang masih aktif dapat beroperasi tanpa gangguan, terutama di wilayah yang terdampak paling berat seperti kabupaten Aceh Tamiang, Bener meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues,

Mustafa mengatakan sejumlah wilayah tersebut menjadi tantangan terbesar sekaligus fokus utama dalam proses pendistribusian bagi penerima manfaat, seperti halnya di wilayah Aceh Bagian tengah, mengingat dengan masih terputusnya akses jalan utama yang membuat proses masuknya bahan baku yang sangat terbatas.

"Namun demikian kita berharap dengan terjalinnya komunikasi dan kerja sama dengan semua lintas sektor, semoga proses pendistribusian MBG dapat tetap dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa operasi tanggap darurat harus didukung dengan respons cepat yang mengandalkan data tepat dan akurat.

“Setiap perubahan titik distribusi maupun volume bantuan menjadi dasar evaluasi kami agar keputusan lapangan tetap tepat sasaran. BGN memastikan bahwa seluruh tim daerah mendapatkan dukungan yang mereka perlukan,” ungkap Hida di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Hida menambahkan, upaya mempertahankan layanan agar terus berjalan lancar menjadi perhatian utama.

“Kami terus memantau setiap pergeseran kebutuhan di lapangan. Komitmen BGN adalah menjaga agar bantuan gizi tetap menjangkau kelompok paling rentan pada waktu yang tepat,” tutur Hida.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6