Nasib Apes Korban Bencana di Tukka: Rumah Ditinggal Mengungsi, Harta Senilai Rp21 Juta Raib Dicuri

Sudah jatuh tertimpa tangga, menjadi peribahasa yang tepat untuk menggambarkan nasib apes pengungsi korban bencana di Tukka, Tapanuli Tengah ini.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 19:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tapanuli Tengah - Di tengah duka warga yang harus mengungsi akibat bencana alam, dua pria di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah justru nekat mengambil kesempatan dalam kesempitan. 

Sat Reskrim Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil meringkus JG (27) dan WS (24) yang diduga kuat membobol rumah warga yang ditinggalkan pemiliknya saat mengungsi.

Aksi tak terpuji ini terungkap setelah korban, Ledy Risnawati Sitompul, mendapati rumahnya di Kelurahan Sipange dalam kondisi berantakan pada Rabu (17/12/2025). 

Niat hati mengecek kondisi hunian pascabencana, ia justru disambut jendela yang rusak dan teralis yang jebol. Kondisi lingkungan yang gelap tanpa aliran listrik dan air pascabencana dimanfaatkan oleh pelaku untuk beraksi.

Modus operandi pelaku merusak jendela dan membobol teralis besi saat rumah kosong. Lalu, ditemukan jejak mencurigakan, di dalam rumah yang masih berlumpur, polisi menemukan banyak jejak kaki yang tidak sinkron dengan aktivitas pemilik rumah.

"Korban kehilangan sejumlah barang elektronik berharga mulai dari handphone, laptop, hingga jam tangan dengan total kerugian mencapai Rp21.000.000," kata Kasat Reskrim Iptu Dian AP, Senin (23/2/2026).

 

 

Identitas Tersangka

Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, Tim Unit I Sat Reskrim Polres Tapteng bergerak cepat menangkap kedua tersangka.

Identitas keduanya, JG (27), seorang buruh harian lepas asal Kelurahan Sipange. Sedangkan WS (24), warga Kota Padangsidempuan. 

Diketahui WS saat ini sudah berada dalam tahanan Polres Tapteng karena terlibat kasus pidana lainnya.

"Kami telah melakukan pemeriksaan intensif dan mengamankan barang bukti. Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan," tegas Iptu Dian.

 

Pihak Kepolisian mengimbau warga agar tetap waspada, terutama di area pemulihan pascabencana yang rentan terhadap tindak kriminal. 

Segera laporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Â