Liputan6.com, Sukabumi - Kasus kematian NS (12), bocah SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir. Di tengah dugaan penganiayaan oleh ibu tiri berinisial TR (47), pihak Kuasa Hukum TR justru angkat bicara memberikan klarifikasi terkait fakta-fakta yang menurutnya belum terungkap ke publik.
​Sebelumnya, bocah NS mengembuskan napas terakhirnya dengan kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan hasil autopsi tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri, korban mengalami luka bakar parah dan kulit melepuh di sekujur tubuh.
​Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum TR, Moh Buchori, menegaskan bahwa hasil medis tidak secara otomatis menunjuk kliennya sebagai pelaku.
Advertisement
​"Hasil visum et repertum hanya menyebutkan adanya luka dan memar yang diakibatkan oleh benda tumpul serta luka bakar. Namun, hasil tersebut tidak menunjukkan identitas pelaku. Jadi, visum tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menuduh bahwa pelaku penganiayaan adalah TR," jelas Moh Buchori, Selasa (23/2/2026).
​Ia juga mengklaim, peluang TR melakukan kekerasan sangat kecil mengingat kondisi rumah yang ditinggali bersama orang tua TR.Â
"Ayah TR selalu mengetahui aktivitas sehari-hari TR dan korban. Keterangan keluarga yang tinggal bersama sangat relevan untuk mengungkap fakta sebenarnya, namun saksi-saksi kunci ini belum diperiksa secara mendalam oleh kepolisian," tambahnya.
​
Rekam Jejak Ayah Kandung Korban
​Sebagai bagian dari klarifikasi status pernikahan, Moh Buchori membeberkan fakta mengejutkan mengenai ayah kandung NS (pelapor).Â
Pernikahan TR dan Anwar Satibi (ayah NS)Â yang berlangsung sejak 2023 ternyata menyimpan riwayat kelam yang diduga mempengaruhi dinamika di dalam rumah tersebut.
​"Sebelum pernikahan berlangsung, TR mengetahui bahwa pelapor sebelumnya telah menikah sebanyak 12 kali dan seluruhnya berakhir cerai. Berdasarkan informasi yang kami terima, perceraian tersebut terjadi karena adanya riwayat KDRT yang dilakukan ayah NS terhadap pasangan-pasangannya terdahulu," ungkap Buchori.
​Bahkan, Buchori menyebut bahwa kliennya, TR, juga kerap menjadi korban karakter emosional sang suami.
​"Selama bersama, TR sendiri pernah mengalami kejadian serupa (KDRT), namun ia selalu memaafkan demi mempertahankan rumah tangga. Komunikasi mereka seringkali tidak sehat karena ayah NS selalu emosional," jelasnya.
Â
Advertisement
​Menepis Isu CCTV
​Terkait asumsi liar di masyarakat mengenai rekaman CCTV yang merekam aksi kekerasan di kediaman TR, pihak kuasa hukum memberikan bantahan.
​"Perlu kami tegaskan bahwa rumah orang tua TR tidak pernah memiliki atau dipasang kamera CCTV sebagaimana asumsi yang beredar. Kami meminta penyidikan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan tidak hanya terfokus pada satu pihak saja berdasarkan tekanan opini publik," tutup Buchori.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508796/original/004578600_1771600299-247987.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8986675/original/053314100_1782988380-381034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782427/original/052395800_1782885736-379560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776169/original/032497900_1782861578-378670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679612/original/ilustrasi-sidang-cerai2-140520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8766963/original/087230900_1782831013-377479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8766962/original/080522500_1782831013-377482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958949/original/054567300_1727919991-IMG-20241002-WA0132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8700879/original/014021900_1782772243-377329.jpg)