Medan Sulit hingga Jalan Terputus, Begini Upaya XLSMART Menjaga Jaringan Tetap Hidup di Tengah Bencana di Sumatra

Di tengah medan sulit dan akses jalan terputus akibat bencana di Sumatra, XLSMART terus mengupayakan berbagai langkah darurat untuk menjaga jaringan tetap hidup.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, TTapanuli Selatan - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November lalu tak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu stabilitas jaringan telekomunikasi di berbagai daerah. Di saat masyarakat dan otoritas penanggulangan bencana membutuhkan akses komunikasi yang andal, banyak infrastruktur BTS justru terendam banjir atau tertutup material longsor. Kondisi ini membuat pemulihan jaringan menjadi pekerjaan yang menuntut kecepatan, ketahanan, dan ketelitian.

Di tengah tekanan itu, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memastikan upaya pemulihan jaringan terus dilakukan tanpa henti. Tim teknis di lapangan dikerahkan 24 jam penuh untuk memulihkan akses telekomunikasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Komitmen ini tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bentuk dukungan vital terhadap masyarakat serta pihak-pihak yang menangani penanggulangan bencana.

Pemulihan Jaringan Dikepung Banjir dan Longsor

XLSMART mencatat sedikitnya 691 BTS terdampak akibat banjir dan longsor. Kerusakan terbesar berada di wilayah Aceh dengan total 538 BTS di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Sementara di Sumatra Utara terdapat 120 BTS yang terganggu di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Adapun di Sumatra Barat, 33 BTS terdampak di Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Solok.

Group Head Region Tradi Sales West Region SMARTFREN XLSMART, Winetou Lubis , menyampaikan bahwa tim teknis terus bekerja siang malam agar layanan tetap dapat digunakan masyarakat.

“Kami turut berduka dan prihatin atas bencana banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatra. Saat ini tim teknis di lapangan terus bekerja intensif selama 24 jam untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap tersedia bagi masyarakat serta pihak otoritas yang menangani penanggulangan bencana. Tim kami terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan memobilisasi genset untuk menjaga operasional BTS”, ujar Winetou. 

Akses Medan Sulit Jadi Tantangan Terbesar

Upaya pemulihan jaringan ternyata bukan pekerjaan mudah. Banyak area terdampak masih tergenang atau tertutup material longsor sehingga akses menuju lokasi BTS menjadi sangat terbatas.

Winetou menjelaskan, kondisi geografis membuat proses perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang. Menurutnya, dengan kondisi di wilayah yang tergenang banjir dan tertutup longsor tentunya menjadi tantangan dan hambatan bagi untuk mempercepat proses pemulihan.

Selain akses medan, pasokan BBM untuk mengoperasikan genset juga menjadi tantangan tersendiri. Terbatasnya suplai membuat tim harus memobilisasi sumber daya secara efektif agar BTS yang masih bisa dioperasikan tetap hidup.

Meski demikian, beberapa wilayah mulai menunjukkan pemulihan. Layanan jaringan di sejumlah titik yang sempat tidak aktif sudah berangsur pulih dan kembali dapat digunakan oleh pelanggan.

Ribuan Pelanggan Bergantung pada Stabilitas Layanan

Sumatra merupakan salah satu wilayah dengan jumlah pelanggan terbesar bagi XLSMART, yakni sekitar 14 juta pelanggan. Dengan dukungan lebih dari 47.000 BTS, stabilitas jaringan menjadi kunci penting agar masyarakat dapat mengakses informasi, menghubungi keluarga, hingga berkoordinasi dengan pihak penyelamat.

Dalam situasi bencana, konektivitas berperan vital tidak hanya untuk komunikasi pribadi, tetapi juga untuk koordinasi logistik, evakuasi, dan distribusi bantuan. Karena itu, upaya pemulihan jaringan terus menjadi prioritas utama perusahaan.

XLSMART Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban

Selain fokus pada pemulihan jaringan, XLSMART juga menjalankan program CSR XLSMART Peduli Bencana Sumatera sebagai bentuk dukungan kemanusiaan. Bantuan disalurkan bersama mitra seperti DT Peduli, UMKM lokal, mitra diler, dan aparat setempat.

Bantuan mencakup paket kebutuhan pokok darurat berupa sembako, makanan ringan, minuman, hingga kebutuhan bayi dan anak. Distribusi dilakukan ke enam titik wilayah terdampak terparah, yaitu Pidie Aceh, Lhoksumawe, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Penyaluran dimulai sejak Jumat (28/11) oleh tim XLSMART Aceh dan terus berlanjut hingga Senin (1/12). Beberapa lokasi yang sulit dijangkau membuat distribusi memerlukan penyesuaian rute dan waktu, namun perusahaan memastikan bantuan tetap tersampaikan.

“Selain memaksimalkan terus perbaikan jaringan, kami juga pastikan bahwa kami akan terus mendistribusikan bantuan-bantuan ini ke semua wilayah yang terdampak. Saat ini kami sudah melakukan penyerahan bantuan di 2 titik lokasi yang terdampak yaitu Pidie Aceh dan Padang Pariaman, 2 lokasi yaitu Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal sedang dalam proses perjalanan menuju titik target lokasi, dan akan berlanjut ke 2 lokasi lainnya yaitu Tanah Datar dan Lhoksumawe. Dengan keterbatasan kondisi di lapangan, kami berupaya maksimal agar bantuan bisa didistribusikan ke wilayah-wilayah lainnya yang terdampak. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat sedikit membantu meringankan beban para korban di pengungsian di enam lokasi tersebut.“ tutur Winetou.

XLSMART memastikan bahwa proses pemulihan jaringan berjalan maksimal meski dihadapkan pada medan sulit dan keterbatasan pasokan. Upaya ini bukan hanya pemulihan teknis, tapi juga bagian dari menjaga masyarakat tetap terhubung di saat-saat genting. Dengan dukungan tim teknis, mitra kolaborasi, dan program bantuan kemanusiaan, XLSMART berharap kontribusinya dapat membantu meringankan beban para korban di Sumatra.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6