Gibran Cek Kerusakan Jembatan di Aceh Singkil: Warga Masih Gunakan Sampan untuk Menyeberang

Gibran melakukan evaluasi kondisi infrastruktur serta mendengar laporan teknis dari pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 23:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wapres Gibran tinjau Jembatan Anak Laut Aceh Singkil ambles akibat banjir.
  • Banjir ekstrem merusak 9 kecamatan, infrastruktur, dan memaksa warga mengungsi.
  • Pemerintah pusat akan dukung percepatan pemulihan infrastruktur Aceh Singkil.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kondisi Jembatan Anak Laut di Desa Gosong Telaga Barat, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, yang tampak ambles karena tersapu oleh banjir bandang, Kamis (4/2).

Di lokasi tersebut, Wapres melakukan evaluasi kondisi infrastruktur serta mendengar laporan teknis dari pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua perahu sampan yang dapat membawa warga untuk menyeberangi sungai, setelah jembatan yang terbuat dari beton tersebut hancur dan membuat akses terputus.

Wapres pun mendapat laporan dari Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon terkait penyebab banjir dan longsor di wilayah tersebut akibat hujan ekstrem yang melanda sejak 19 November 2025 lalu.

"Kejadian kebencanaan akibat intensitas hujan yang tinggi ekstrem. Jadi di sini tidak pernah begini, menurut sejarah 200 tahun yang lalu ini Pak begini kejadiannya. Inilah jadi banjir dan longsor," kata Safriadi seperti dilansir Antara.

Bencana tersebut setidaknya melanda sembilan kecamatan dan 67 desa di Aceh Singkil yang menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, infrastruktur, serta memaksa ratusan warga mengungsi sebelum situasi berangsur membaik.

Menurut Safriadi, dalam upaya penanganan bencana, pemerintah daerah bersama TNI–Polri berupaya membuka akses jalan, menyalurkan bantuan, serta memperbaiki infrastruktur terdampak.

Safriadi menjelaskan bahwa berbagai akses utama sempat terputus akibat kerusakan jembatan dan jalan, sehingga distribusi logistik harus dilakukan dengan sampan karet dan perahu motor.

 

Perbaikan Infrastruktur

Ia memohon agar pemerintah pusat melanjutkan pembangunan tanggul pengaman banjir serta perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan dan akses menuju daerah terdampak longsor. Menurutnya, kawasan tersebut rentan banjir tahunan akibat penurunan permukaan tanah pascagempa Aceh–Nias.

Safriadi juga menyambut baik arahan Wapres yang memastikan pemerintah pusat akan mendukung percepatan pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.

"Harapan kami, Aceh Singkil dapat segera pulih. Kami sampaikan ke Pak Wapres, yang paling mendesak saat ini adalah air bersih, logistik, perbaikan akses, dan kelanjutan pembangunan tanggul. Mudah-mudahan bantuan segera terealisasi," katanya.

Bertolak ke Sumut

Melanjutkan kunjungannya, Wapres menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri untuk bertolak ke Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara.

Di lokasi tersebut, Wapres meninjau gudang logistik di kawasan Lanud Soewondo untuk memastikan kesiapan bantuan bagi daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera bagian utara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6