PAN: Kebijakan Menhut Era Zulhas Tekan Deforestasi, Tak Relevan Dikaitkan dengan Banjir

Yohan menilai sangat tidak logis mengaitkan bencana yang terjadi pada 2025 dengan kebijakan Kementerian Kehutanan yang dibuat lebih dari satu dekade lalu.

Diterbitkan 01 Desember 2025, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Yohan membantah tudingan Zulhas penyebab bencana banjir adalah hoaks dan fitnah.
  • Tidak logis mengaitkan bencana 2025 dengan kebijakan Menhut 2009-2014.
  • Zulhas justru berhasil menekan deforestasi melalui program penghijauan dan moratorium.

Liputan6.com, Jakarta - Politisi PAN Ahmad Yohan menegaskan tudingan yang menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertanggung jawab atas bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan bersifat hoaks.

Dia menilai narasi yang beredar di media sosial tersebut mengarah pada fitnah dan sengaja dibuat untuk menjatuhkan citra politik Zulhas.

"Tudingan itu tidak berdasar, hoaks, bahkan mengarah fitnah. Tidak relevan bahkan tidak masuk akal mengaitkan bencana banjir saat ini karena kebijakan beliau saat menjabat Menhut pada periode 2009–2014,” kata Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Yohan menilai sangat tidak logis mengaitkan bencana yang terjadi pada 2025 dengan kebijakan Kementerian Kehutanan yang dibuat lebih dari satu dekade lalu. Menurutnya, ada rentang waktu yang panjang sehingga isu tersebut tidak memiliki dasar argumentatif yang sahih.

Sebelumnya, beredar potongan video dokumenter tahun 2013 yang menampilkan aktor Hollywood Harrison Ford dalam sesi wawancara dengan Zulkifli Hasan saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Video itu digunakan sebagian pihak di media sosial untuk menuding Zulhas sebagai penyebab kerusakan hutan.

Yohan menilai isi video tersebut tidak berimbang dan dipotong sedemikian rupa sehingga membentuk opini negatif.

"Terlihat dari potongan video, Ford selalu memotong jawaban Pak Zulkifli dan menyimpulkan pendapatnya sendiri tanpa ruang luas bagi beliau menjelaskan,” ujarnya.

 

Program Moratorium dan Penghijauan

 

Yohan memaparkan bahwa selama menjabat Menhut, Zulhas justru menerapkan sejumlah kebijakan penting dan berhasil menekan laju deforestasi.

“Pada tahun ketiganya, beliau meluncurkan program Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon yang melibatkan masyarakat, korporasi, masyarakat adat, pemerintah hingga militer,” ujar Yohan.

Ia juga menyebut kebijakan moratorium izin pemanfaatan hutan yang diberlakukan pada masa itu mampu menyelamatkan 64 juta hektare kawasan hutan di Indonesia.

“Data menunjukkan laju deforestasi yang semula mencapai 3,5 juta hektare rata-rata per tahun pada 1996–2003, berhasil ditekan menjadi 450.000 hektare saja. Artinya turun hingga 15 persen,” ungkap Yohan.

Yohan menilai tudingan yang beredar di media sosial sengaja diarahkan untuk menyerang Zulhas, terutama karena saat ini ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan dan tengah menangani program-program prioritas nasional.

“Hoaks ini disebar oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra politik Menko Pangan Pak Zulkifli Hasan yang sedang dipercaya Presiden untuk mengoordinasikan program ketahanan pangan, koperasi merah putih, MBG, dan lainnya,” tutup Yohan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6