Atasi Kelangkaan Bahan Baku MBG, Prabowo Perintahkan Buka 500 Ribu Hektare Lahan

Nanik menyampaikan saat ini BGN sudah mulai kesulitan mencari bahan baku susu untuk menu MBG. Sehingga, pemerintah akan membuat sendiri peternakan sapi untuk memenuhinya.

Diterbitkan 20 November 2025, 20:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo perintahkan buka 500.000 ha lahan untuk bahan baku MBG.
  • Langkah ini antisipasi kelangkaan bahan baku, cegah kenaikan harga dan inflasi.
  • Pemerintah akan buat peternakan sapi dan tanam kedelai serta sayuran sendiri.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya segera membuka 500.000 hektare lahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku menu makan bergizi gratis (MBG).

Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi kelangkaan bahan baku makanan yang dapat memicu kenaikan harga dan inflasi.

"Kan program MBG ini kan banyak banget butuh bahan baku. Kami tidak ingin nanti karena ada MBG, harga bahan makanan ini tinggi kemudian terjadi inflasi, masyarakat nanti yang kena, gitu. Kami koordinasi, Pak Presiden sudah menginstruksikan," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang usai rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Dia menyampaikan bahwa saat ini BGN sudah mulai kesulitan mencari bahan baku susu untuk menu MBG. Sehingga, pemerintah akan membuat sendiri peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan susu dalam menu MBG.

"Misalnya untuk susu ini kami kan sudah mulai, apa namanya, kesulitan cari susu, ya. Ini segera akan dibuat peternakan yang sapi tadi yang nanti bisa memenuhi kebutuhan dari MBG dan juga untuk masyarakat di Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, lahan peternakan sapi yang disiapkan dapat memproduksi 3 juta liter susu per hari. Selain susu, Nanik menyampaikan lahan yang disiapkan akan memproduksi susu kedelai dan sayur-sayuran untuk memasok kebutuhan menu MBG.

"Akan diproduksi kira-kira 3 juta liter per hari, ya, tadi kalau dari dari sisi susu. Kemudian dari sisi, nanti selain, selain susu sapi juga akan diproduksi susu kedelai. Kemudian untuk sayur-sayuran, akan dibuka juga, Pak Nusron (Menteri ATR/Kepala BPN) akan buka lahan-lahan baru untuk sayuran," jelas Nanik.

Nanik menuturkan rencananya 300.000 hektare lahan akan dibuka di luar Pulau Jawa, sementara 200.000 hektare di Pulau Jawa. Dia menyebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Agrinas akan langsung bergerak membuka 500.000 hektare lahan.

"Jadi nanti malam ini aja sudah bergerak, enggak bukan-bukan antisipasi itu, enggak. Ini langsung, langsung dikerjakan. Untuk peternakan aja Pak Prabowo udah instruksikan langsung untuk langsung dijalankan. Kita jadi integrasi, membuat pakan ternak, kemudian ternaknya juga diternakkan di lokasi itu, gitu ya," tutur dia.

 

1 Dapur MBG Butuh 300 Kilograam Tempe dan Tahu Perhari

Nanik mengungkapkan bahwa selama ini impor terhadap bahan baku kedelai sangat besar.

Dia mengatakan setidaknya dibutuhkan 3 kuintal atau 300 kilogram tempe dan tahu untuk menu MBG, dimana bahan bakunya berasal dari kedelai.

"Satu dapur itu, 2 sampai 3 ratus kilogram per hari satu dapur, 3 kuintal, tahu atau tempe. Itu juga nanti kalau kita tidak nanam kedelai sendiri mungkin  ya akan kekurangan juga. Nah ini kita ini baru 50 persen untuk MBG-nya, gitu," pungkas dia.

"Jadi, jangan sampai terjadi gejolak harga di masyarakat, makanya ini semua kita bersatu padu bagaimana membantu MBG untuk menyiapkan bahan baku," sambung Nanik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6