Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11/2025) pukul 14.13 WIB. Letusannya cukup dahsyat dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak.
Hingga Kamis (20/11/2025) pukul 06.00 WIB, Smeru mengalami 32 kali gempa guguran. Meski aktivitas erupsi menurun, status Semeru tetap awas. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Gunung Semeru merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa. Gunung yang memiliki nama lain Mahameru ini berada di ketinggian 3.676 meter. Semeru punya catatan panjang letusan sejak tahun 1818.
Advertisement
Di balik keindahan dan cerita panjang letusan, Gunung Semeru merangkum sejumlah mitos yang kaya dan menarik, memberikan dimensi spiritual dan budaya bagi masyarakat setempat.
Salah satu mitos Gunung Semeru yang paling terkenal dan melegenda adalah tempat bersemayamnya para dewa. Konon, puncak Semeru diyakini sebagai “atapnya Pulau Jawa”, tempat suci yang menjadi pusat keseimbangan alam.
Dalam kosmologi Hindu, Semeru (Sumeru atau Meru) merupakan pusat jagat raya. Gunung ini juga berkaitan dengan pemantapan Pulau Jawa sebagaimana diceritakan kitab Tantu Panggelaran yang ditulis pada 1557. Tantu Panggelaran merupakan sejenis buku petunjuk pertapaan-pertapaan Hindu di Pulau Jawa.
Dalam Nusa Jawa Silang Budaya, Sejarawan Denys Lombard mengisahkan Gunung Semeru merupakan gunung penting dalam peradaban di Tanah Jawa. Naskah itu mengisahkan, Gunung Semeru mulanya berasal dari India.
Bhatara Guru (Siwa) pergi ke Gunung Dieng untuk bersemedi dan meminta kepada Brahma dan Wisnu supaya Pulau Jawa diberi penghuni. Brahma menciptakan kaum lelaki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan, lalu semua dewa memutuskan untuk menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru yang terletak di negeri Jambudwipa, yaitu di India.
“Sejak itu gunung tinggi ‘yang menjadi lingga bagi dunia’ (pinkalalingganingbhuwana) itu tertanam di Jawa dan Pulau Jawa menjadi bumi kesayangan dewata,” tulis Lombard dikutip dari Historia.id.
Sementara, Pulau Jawa saat itu masih terombang-ambing oleh samudera. Bhatara Guru memerintahkan Brahma, Wisnu, dan para dewa, untuk memindahkan Gunung Meru atau Mahameru dari India karena Pulau Jawa masih labil.
“…tanah Jawa waktu itu masih belum tetap letaknya, masih jungkat-jungkit,” tulis R.M. Ng. Poerbatjaraka, ahli sastra Jawa Kuno, dalam Kepustakaan Djawa.
Dibawa Dewa dari India
Mitos itu juga diceritakan dalam buku Soe Hok Gie Sekali Lagi: Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya, yang ditulis Rudi Badil dkk.
Pada suatu masa, para dewa dan raksasa diminta Batara Guru sebagai penguasa tunggal untuk memindah Gunung Mahameru di India, sebagai paku pada Pulau Jawa agar tidak bergerak.
Dewa Wisnu menjelma menjadi kura-kura yang besar, lalu menggendong Mahameru. Dewa Brahma pun mengubah dirinya menjadi ular yang panjang, lalu melilit gunung itu agar bisa ditarik ke Tanah Jawa.
Mahameru pun diletakkan di barat Pulau Jawa. Karena tak seimbang, mereka memindahkan Gunung Semeru ke timur. Dalam perjalanannya, beberapa bagian dari Mahameru tercecer dan membentuk gunung-gunung di sepanjang Pulau Jawa.
"Tetapi masalah belum lagi selesai, karena ternyata Gunung Mahameru itu miring ke arah utara. Diputuskan lah untuk memotong ujung gunung itu, lalu memindahkannya ke barat laut dan diberi nama Gunung Pawitra, Mahameru itu adalah Gunung Semeru, sedangkan Pawitra sekarang dikenal sebagai Gunung Penanggungan," tulis Norman Edwin.
Advertisement
Area Pertapaan Dewa
Gelar Gunung Para Dewa dilegitimasi oleh cerita Gunung Semeru sebagai area pertapaan Dewa Siwa. Untuk memperindah lokasi pertapaan, Dewa Siwa disebutkan membuat sebuah danau untuk pemandian (Ranu Kumbolo).
Kisah-kisah itu juga diperkuat dengan ditemukannya situs purbakala di sekitar Gunung Semeru. Yang paling dikenal adalah prasasti di Ranu Kumbolo dan Arcapada.
Tidak dipungkiri, Semeru seolah seperti magnet yang memiliki daya tarik sangat kuat bagi para pecinta alam. Dulu, salah satu pegiat alam bebas yang juga aktivis mahasiswa, Soe Hok Gie punya alasan kuat untuk mendaki Mahameru.
"Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak. Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak. Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya yuk kita naik gunung. Ayo ke Semeru, sekali-kali menjadi orang tertinggi di Pulau Jawa," kata Gie kala itu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4250209/original/052608100_1670235942-Infografis_SQ_Riwayat_Letusan_Gunung_Semeru.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4641376/original/066480200_1699497659-gunung_semeru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3652755/original/037985500_1638611808-007940000_1561120706-WhatsApp_Image_2019-06-21_at_5.37.36_PM__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3652766/original/025347900_1638612591-007940000_1561120706-WhatsApp_Image_2019-06-21_at_5.37.36_PM__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7271561/original/062076600_1780057171-gunung_semeru_2905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540460/original/066268100_1774755932-gunung_semeru_2903.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526944/original/079421400_1773142818-Gunung_Swmeru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298219/original/046786200_1784155102-Argentina_s_Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893080/original/092267000_1721123116-finalissima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298207/original/014755300_1784152342-000_C2B98B9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292653/original/082838800_1783646235-gn_semeru_ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287433/original/095376700_1783226770-hoaks_gunung_semeru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9262716/original/069750100_1783159134-sg04-fs-semeru-vo-sg04-fs-merapi-vo-a0255c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776310/original/061577800_1782873652-semeru_0107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390335/original/009330600_1782270552-Semeru_Erupsi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262544/original/006586800_1781835843-VEN_SMR20260619072722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261777/original/018486500_1781757031-semeru_ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8143190/original/027938600_1780995777-Semeruu.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7365685/original/069583000_1780146343-WhatsApp-Image-2026-05-30-at-19.29.41-1.jpeg)