Momen Warga Baduy Korban Begal di Jakarta Disambut Hangat Tokoh Adat saat Pulang Kampung ke Lebak

Repan (16) warga Baduy Dalam korban begal di kawasan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat akhirnya kembali ke kampung halamannya pada Minggu (26/10/2025).

Diterbitkan 16 November 2025, 21:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Repan, warga Baduy korban begal, telah kembali ke kampung halamannya di Lebak.
  • Tokoh adat Baduy bersyukur atas kepulangan Repan dan meminta pelaku segera ditangkap.
  • Polisi terus menyelidiki kasus pembegalan di Jakarta dan memburu para pelaku.

Liputan6.com, Jakarta - Repan (16) warga Baduy Dalam korban begal di kawasan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat akhirnya kembali ke kampung halamannya, Lebak, Banten pada Minggu (26/10/2025).

Kedatangannya disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat Baduy setelah ia menempuh perjalanan kaki dari Jakarta selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu, sebelum tiba di permukiman Baduy.

"Kami bersyukur korban sudah sehat dan bisa pulang serta berkumpul bersama anggota keluarga," kata Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, dikutip dari Antara, Minggu (16/11/2025).

Mereka adalah para tokoh adat, di antaranya Jaro Tangtu/Jaro Adat (Jaro Alis) dan Jaro Oom (Jaro Pemerintahan), serta orang tua dan masyarakat Baduy Dalam maupun Baduy Luar.

 

"Kami sebagai perwakilan desa tentu berterima kasih kepada warga yang menolongnya juga kepada kepolisian dan pemerintah Provinsi Banten," katanya.

Jaro Oom mengatakan pihaknya merasa bersyukur warganya yang menjadi korban kejahatan pembegalan di Jakarta kini sudah tiba di kampung halaman dengat sehat dan sembuh luka-luka akibat senjata tajam.

Namun, pihaknya minta pelakunya agar menyerahkan diri ke aparat kepolisian setempat, karena masalahnya bila belum tertangkap maka tidak bisa segera beres urusannya. 

Berdoa agar Pelaku Segera Ditangkap

Para tokoh adat Badui pun kini berdoa agar pelaku kejahatan terhadap warganya segera ditangkap aparat kepolisian untuk diproses secara hukum.

"Kita mengecam pelaku kejahatan yang menimpa warganya itu dan supremasi hukum harus ditegakkan," katanya menjelaskan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan untuk langkah awal penyelidikan telah dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi dan penelusuran berbagai petunjuk di lokasi kejadian.

"Pelaku masih dalam pengejaran, dan polisi terus memburu pelaku dengan upaya maksimal. Petugas kepolisian bekerja keras untuk menyelidiki kasus tersebut," katanya.

Warga Baduy Dibegal saat Jualan Madu di Jakpus

Sebelumnya, seorang warga Baduy Dalam asal Desa Kanekes, Lebak, Banten, menjadi korban begal di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (26/10/2025) lalu.

Korban Repan, saat itu datang ke Jakarta untuk berjualan madu dan aksesoris khas adatnya, namun naas empat orang tak dikenal menyerang dan merampas barang berharga miliknya.

Terkait kejadian ini, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki membenarkannya. Korban telah membuat laporan di Polsek Cempaka Putih. Laporan itu diterima pada Minggu 2 November 2025.

"Korban sudah membuat LP," kata Ruslan dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).

Ruslan mengatakan, Unit Reskrim Polsek Cempaka Putih telah melakukan cek TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.

"Saat ini masih proses penyelidikan. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan," ucap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6