Update Pencarian Korban Longsor Cilacap Sabtu Sore: 8 Jenazah Ditemukan

Hingga penutupan operasi SAR pada pukul 17.00 WIB, sebanyak delapan jenazah ditemukan.

Diterbitkan 15 November 2025, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada hari ketiga bencana tanah longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah mulai menampakkan perkembangan signifikan. Hingga penutupan operasi SAR pada pukul 17.00 WIB, sebanyak delapan jenazah ditemukan.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah mengatakan, kedelapan jenazah itu ditemukan di tiga sektor pencarian utama yang telah ditetapkan sejak awal operasi, di dusun Cibuyut dan Tarukahan. Kata dia, penemuan korban terbanyak berada di Worksite A-2.

Dia menjelaskan, tiga jenazah ditemukan berurutan di worksite A-2, yakni Muhamad Hafiz (6) pada pukul 10.06 WIB, disusul Nur Isnaini (30) pukul 10.44 WIB, serta Asmanto (70) yang ditemukan dalam dua tahapan pada pukul 11.37 WIB dan 14.40 WIB.

Semula tim SAR menemukan body part pukul 11.37 dan kemudian berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah pada pukul 14.40 WIB.

“Dengan ditemukannya tiga korban tersebut, masih tersisa lima orang yang belum ditemukan di sektor ini,” terang Abdullah, Sabtu (15/11/2025).

Di Worksite A-3, seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan. Empat jenazah dievakuasi berturut-turut, dimulai dari Febriansyah (5) pukul 13.39 WIB, Rizky Pratama Ramdhan (9) pukul 13.43 WIB, Dani Setiawan (29) pukul 13.45 WIB, serta Satini (28) pada pukul 14.22 WIB.

Abdullah memastikan bahwa sektor A-3 dinyatakan bersih setelah seluruh korban berhasil diidentifikasi.

Korban di Worksite A-1

Sementara itu, satu korban ditemukan di Worksite A-1. Jenazah atas nama Rusyanto (60) dievakuasi pada pukul 14.21 WIB. Hingga kini, dua korban masih dicari di sektor tersebut.

Upaya pencarian terus diperkuat dengan pengerahan anjing pelacak dan alat berat serta dukungan lintas instansi yang berkoordinasi melalui posko terpadu.

Tim SAR gabungan hingga sore hari masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, dengan pembagian sektor yang diperketat dan penyisiran menggunakan kombinasi personel darat, alat berat, serta pelacakan K9 untuk mempercepat identifikasi titik-titik potensi tertimbun.

Ancaman Longsor Susulan

Warga Desa Cibeunying cemas akibat potensi longsor susulan yang meningkat, menyusul longsor besar yang menimbun belasan rumah di Dusun Cibuyut dan Tarukahan (Cibonto) pada Kamis lalu. Berdasarkan informasi dari warga dusun bagian atas, muncul rekahan tanah yang sewaktu-waktu bisa longsor.

"Sudah ada beberapa informasi bahwa terjadi gerakan tanah kembali dari daerah atas, dari Nagari itu," kata Kusnana, tokoh warga setempat, Jumat (14/11/2025).

Menurut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap juga telah memperingatkan potensi longsor susulan. Sebab, saat ini hujan deras nyaris tiap hari terjadi di kawasan tersebut.

"Ini memang ada warning dari BPBD bahwa kemungkinan ada longsor susulan," ujarnya.

Kekhawatiran bukan hanya di dua dusun terdampak. Warga di luar dusun pun turut khawatir. Sebab, luncuran material longsor dari Dusun Nagari sulit diprediksi.

Dia mengungkapkan, sebelum peristiwa longsor, sejumlah warga di Dusun Cibuyut sisi timur telah dievakuasi setelah muncul rekahan tanah di bagian atas dusun. Namun ternyata luncuran tanah justru ke arah sebaliknya, yakni barat.

"Longsorannya itu yang dievakuasi sebelah timur, ternyata lari tanah itu ke arah barat selatan. Jadi bergeser dari prediksi awal," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6