Liputan6.com, Jakarta Bagi pengguna Windows, pesan "Preparing Automatic Repair" yang muncul di layar saat menyalakan komputer tentu menimbulkan kekhawatiran. Automatic repair artinya adalah proses perbaikan otomatis yang dijalankan sistem operasi Windows ketika mendeteksi adanya masalah pada proses startup atau booting.
Preparing Automatic Repair merupakan mode perbaikan yang dimasuki Windows secara otomatis ketika mendeteksi masalah saat startup, di mana sistem berusaha mendiagnosis dan memperbaiki kerusakan file sistem, kesalahan disk, atau konfigurasi startup yang rusak. Sayangnya, fitur ini tidak selalu berhasil dan justru dapat menyebabkan komputer terjebak dalam siklus restart tanpa akhir yang dikenal sebagai automatic repair loop.
Dilansir dari IT Pro, fitur automatic repair pada Windows dirancang untuk aktif setelah dua kali percobaan booting yang gagal, dengan tujuan mendiagnosis dan memperbaiki hambatan saat startup. Memahami automatic repair artinya secara menyeluruh akan membantu pengguna mengambil langkah tepat saat menghadapi error ini tanpa harus panik atau langsung membawa perangkat ke tempat servis.
Advertisement
Apa Itu Automatic Repair? Pengertian dan Artinya di Windows
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8572966/original/026367800_1782527887-7985469069383441146.jpeg)
Untuk memahami automatic repair artinya secara lebih mendalam, penting mengetahui bagaimana fitur ini bekerja di dalam ekosistem Windows. Mengacu pada dokumentasi NinjaOne, Automatic Repair adalah fitur pemulihan bawaan di Windows 10 yang dirancang untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah umum yang mencegah komputer melakukan booting dengan benar, dengan memindai sistem untuk menemukan masalah terkait file startup, Windows Registry, Boot Configuration Data (BCD), serta file sistem, lalu berusaha memperbaiki komponen tersebut secara otomatis.
Berikut adalah poin-poin penting untuk memahami apa itu automatic repair dan cara kerjanya:
- Fitur bawaan Windows. Automatic Repair adalah fitur pemulihan bawaan di Windows 10 yang dirancang untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah umum yang mencegah komputer melakukan booting dengan benar. Fitur ini juga tersedia di Windows 8, 8.1, dan Windows 11.
- Aktif secara otomatis. Jika perangkat gagal memulai dua kali berturut-turut, pada boot ketiga mekanisme perbaikan mandiri akan aktif, dan sistem akan menjalankan beberapa tes diagnostik untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah startup umum.
- Menggunakan Windows Recovery Environment. Sebagaimana dikutip dari Atera, Automatic Repair memanfaatkan Windows Recovery Environment (WinRE) yang tersimpan di partisi pemulihan, menyediakan lingkungan terisolasi yang diperlukan untuk melakukan diagnostik dan perbaikan secara aman tanpa mem-boot OS utama.
- Memeriksa komponen boot kritis. Automatic Repair beroperasi pada level sistem rendah, berinteraksi langsung dengan komponen startup utama, dimulai dengan memeriksa Windows Boot Manager (bootmgr) dan Boot Configuration Data (BCD) untuk mendeteksi kerusakan atau kesalahan konfigurasi.
- Menjalankan pemeriksaan integritas disk. Jika entri boot utuh, fitur ini melanjutkan pemeriksaan integritas disk menggunakan alat seperti chkdsk untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan file sistem atau disk yang mungkin menghalangi OS untuk dimuat.
- Dapat memulihkan file boot dan BCD. Automatic Repair memungkinkan pemulihan file boot, pembangunan ulang BCD, atau inisiasi operasi rollback secara otomatis.
- Berbeda dari Startup Repair pada Windows 7. Pada Windows 7, fitur serupa bernama Startup Repair yang berfungsi sebagai recovery tool untuk memperbaiki file sistem yang rusak secara otomatis.
Advertisement
Penyebab Utama Munculnya Error Automatic Repair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8572967/original/019741100_1782527888-clint-patterson--jCY4oEMA3o-unsplash.jpg)
Setelah mengetahui automatic repair artinya, langkah berikutnya adalah memahami apa saja yang memicu error ini. Masalah ini sering kali berasal dari file sistem yang rusak, pembaruan driver yang bermasalah, atau upgrade sistem yang gagal. Mengacu pada MiniTool, terdapat beragam faktor pemicu yang perlu diwaspadai oleh setiap pengguna Windows.
Berikut adalah penyebab umum mengapa automatic repair muncul di komputer:
- File sistem hilang atau rusak. File Windows kritis atau registry mungkin rusak, sehingga mencegah sistem untuk memulai secara normal. Kondisi ini merupakan penyebab paling umum dari automatic repair loop.
- Kesalahan Boot Configuration Data (BCD). Boot Configuration Data (BCD) yang hilang atau rusak dapat memicu automatic repair. BCD berisi informasi penting tentang cara sistem operasi harus dimuat.
- Masalah pada hard drive atau SSD. Hard drive yang memiliki bad sector, kesalahan file sistem, atau ruang partisi yang tidak mencukupi juga menjadi pemicu. Berdasarkan data dari Microsoft Q&A, SSD yang mengalami kegagalan atau kesalahan disk dapat menyebabkan loop, terutama jika dimulai secara tiba-tiba, dan gangguan listrik juga dapat merusak sektor disk.
- Pembaruan driver atau sistem yang gagal. Pembaruan driver yang salah atau upgrade sistem yang gagal dapat menyebabkan kegagalan startup. Hal ini sering terjadi setelah komputer restart secara tidak terduga saat proses pembaruan berlangsung.
- Kesalahan atribut partisi. Partisi yang diatur sebagai read-only atau hidden sehingga tidak dapat diakses oleh sistem juga menjadi penyebab. Ini merupakan penyebab yang jarang dibahas namun cukup sering terjadi.
- Ruang partisi sistem yang tidak mencukupi. Sebagaimana disampaikan MiniTool, salah satu penyebab umum dari loop Preparing Automatic Repair adalah kurangnya ruang pada partisi sistem cadangan, yang mencegah sistem memuat file startup dengan benar.
- Masalah hardware. Kegagalan hardware seperti kerusakan memori (RAM) dapat mencegah sistem melakukan booting secara normal. Kondisi PC yang sering mati mendadak juga turut memperparah risiko ini.
- Konflik software pihak ketiga. Dilansir dari Medium, software atau driver yang baru diinstal dapat mengganggu file boot dan memicu error automatic repair.
- Infeksi malware. Penyebab lain dari automatic repair loop di Windows 11 atau 10 meliputi infeksi malware, file instalasi yang rusak, komponen yang bermasalah, dan registri sistem yang korup.
Baca juga: Penyebab Blue Screen pada Laptop dan Cara Mengatasinya
Gejala dan Tanda Preparing Automatic Repair pada Komputer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8572968/original/043291200_1782527888-11891626666419912475.jpeg)
Mengenali gejala error automatic repair sejak awal sangat penting agar pengguna dapat mengambil tindakan yang tepat. Sebagaimana dikutip dari IT Pro, "Mengenali gejalanya adalah setengah dari pertempuran. Anda mungkin melihat layar hitam yang menampilkan pesan seperti 'Diagnosing your PC' atau 'Preparing automatic repair' tanpa ada progres nyata. Alternatifnya, layar biru mungkin muncul dengan pesan 'Automatic repair couldn't repair your PC' atau 'Your PC did not start correctly.'"
Secara umum, terdapat tiga skenario utama yang dihadapi pengguna. Pertama, komputer macet pada layar hitam (black screen) dengan tulisan "Preparing Automatic Repair" atau "Diagnosing your PC" yang tidak kunjung berubah. Automatic Repair loop adalah error yang terjadi ketika Windows mencoba booting dan gagal, kemudian secara paksa mengaktifkan alat Automatic Repair dan berusaha memperbaiki dirinya sendiri, sehingga terjebak di layar startup dengan pesan "Preparing Automatic Repair" atau "Diagnosing your PC", lalu restart dan berulang dalam siklus tanpa akhir.
Kedua, pengguna mungkin menghadapi layar biru (blue screen) yang menampilkan pesan "Your PC did not start correctly" disertai opsi Restart dan Advanced Options. Jika tombol Restart ditekan, komputer akan kembali ke proses automatic repair yang sama, menciptakan loop tanpa akhir. Ketiga, muncul pesan "Automatic Repair couldn't repair your PC" yang menandakan fitur perbaikan otomatis telah gagal menyelesaikan masalah. Pada kondisi ini, semua program, layanan, dan file di komputer menjadi tidak dapat diakses, sehingga pengguna perlu melakukan langkah perbaikan secara manual.
Mengacu pada Auslogics, kesulitan lain dari Windows 10/11 Automatic Repair loop adalah penyebabnya bisa sangat beragam dan sulit untuk ditentukan secara pasti. Oleh karena itu, pendekatan pemecahan masalah yang sistematis sangat diperlukan agar pengguna dapat keluar dari situasi ini tanpa kehilangan data.
Advertisement
Cara Mengatasi Error Automatic Repair di Windows 10 dan 11
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8572969/original/066060800_1782527888-481603874306319683.jpeg)
Setelah memahami automatic repair artinya dan mengenali gejalanya, kini saatnya mengetahui langkah-langkah perbaikan. Mengutip MakeUseOf, tidak ada penyebab tunggal untuk automatic repair loop pada Windows 10 dan bisa sulit ditebak, namun penyebab paling umum cenderung berupa file sistem yang hilang atau rusak, di mana Windows tidak dapat melakukan boot atau memperbaiki dirinya sendiri. Berikut adalah metode yang dapat dicoba secara berurutan:
- Lakukan hard reboot. Langkah pertama untuk memperbaiki automatic repair loop adalah melakukan hard reboot dengan menekan tombol power hingga komputer benar-benar mati, lalu lepaskan semua periferal dan tunggu 60 detik sebelum menyalakan kembali. Metode sederhana ini terkadang cukup untuk menyelesaikan masalah yang bersifat sementara.
- Boot ke Safe Mode. Setelah berada di Safe Mode, jalankan software antivirus untuk memeriksa malware, hapus software yang tidak kompatibel, dan perbarui driver perangkat. Untuk masuk ke Safe Mode pada Windows 10/11, masuklah melalui menu Advanced Options > Troubleshoot > Startup Settings, atau gunakan media instalasi Windows sebagai alternatif.
- Jalankan System File Checker dan CHKDSK. Buka Command Prompt melalui Advanced Options, lalu ketik sfc /scannow dan tekan Enter. Setelah selesai, ketik chkdsk /f /r /x C: untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan disk. Perintah chkdsk memulai pemeriksaan level rendah pada drive sistem untuk menemukan kesalahan menggunakan utilitas Check Disk, dan jika menemukan error, akan memperbaikinya secara otomatis.
- Bangun ulang BCD (Boot Configuration Data). Dalam beberapa kasus, automatic repair loop disebabkan oleh kerusakan pada Boot Configuration Data (BCD). Masuk ke Command Prompt melalui media instalasi Windows, lalu jalankan perintah berikut secara berurutan: bootrec /fixmbr, bootrec /fixboot, bootrec /scanos, dan bootrec /rebuildbcd.
- Pulihkan windows registry. Memulihkan registry dapat mengembalikan sistem ke konfigurasi valid sebelumnya. Melalui Command Prompt, salin file cadangan registry dari folder RegBack ke folder config. Metode ini hanya berfungsi jika fitur pencadangan otomatis RegBack telah diaktifkan sebelumnya di sistem.
- Nonaktifkan Automatic Repair. Jika automatic repair berulang kali gagal dan menyebabkan komputer terjebak dalam loop startup, Anda mungkin perlu menonaktifkan automatic repair saat startup untuk mencegah sistem dipaksa masuk ke mode perbaikan setiap kali boot, sehingga memungkinkan troubleshooting secara manual. Ketik perintah bcdedit /set {current} recoveryenabled No di Command Prompt.
- Nonaktifkan Secure Boot. Merujuk MiniTool, saat loop Preparing Automatic Repair terjadi, menonaktifkan Secure Boot dapat melewati batasan verifikasi, sehingga memungkinkan alat perbaikan atau driver dimuat dengan benar. Akses pengaturan BIOS/UEFI dan ubah opsi Secure Boot menjadi Disabled.
- Perbarui firmware BIOS/UEFI. Mengacu pada IT Pro, memperbarui firmware terkadang dapat menyelesaikan automatic repair loop. Identifikasi versi BIOS saat ini, kunjungi situs produsen motherboard, lalu unduh dan instal versi terbaru sesuai panduan.
- Lakukan System Restore. System Restore dapat membantu menyelesaikan masalah dengan mengembalikan OS ke kondisi kerja sebelumnya, menimpa file yang rusak yang mungkin menyebabkan loop. Pilih titik pemulihan yang dibuat sebelum masalah terjadi melalui menu Advanced Options.
- Reset atau instal ulang Windows. Jika semua metode di atas gagal, opsi terakhir adalah mereset atau menginstal ulang Windows. Tersedia dua pilihan: Keep my files yang mempertahankan file pribadi, atau Remove everything yang menghapus seluruh data. Pastikan untuk membuat backup data terlebih dahulu sebelum melakukan langkah ini.
Tips Mencegah Automatic Repair Loop di Masa Depan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333986/original/024363700_1756702118-Gemini_Generated_Image_ko50tlko50tlko50.jpg)
Memahami automatic repair artinya saja tidak cukup tanpa mengetahui langkah pencegahan agar masalah ini tidak terulang. Tindakan preventif yang konsisten jauh lebih efektif dibandingkan harus menghadapi error ini berulang kali. Sebagaimana diungkapkan IT Pro, "Mengingat peluncuran pembaruan Windows dan driver yang terus berlanjut, tetap waspada terhadap potensi jebakan automatic repair sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem."
Salah satu langkah pencegahan paling mendasar adalah memastikan proses pembaruan Windows berjalan hingga tuntas tanpa gangguan. Dilansir dari Medium, "Hindari menginterupsi pembaruan agar tidak terjadi kerusakan pada konfigurasi boot." Selain itu, pastikan ruang penyimpanan di drive C selalu tersedia cukup agar sistem operasi dapat bekerja optimal. Menjalankan disk cleanup secara rutin dan menghapus file temporary yang menumpuk akan sangat membantu menjaga kesehatan sistem.
Pencadangan data secara berkala juga wajib menjadi kebiasaan bagi setiap pengguna komputer. Mengutip rekomendasi dari Medium, "Lakukan backup secara rutin menggunakan alat seperti OneDrive, Google Drive, atau drive eksternal untuk menyimpan file-file penting." Dengan memiliki cadangan data, risiko kehilangan file saat menghadapi automatic repair loop dapat diminimalkan. Membuat titik pemulihan sistem (restore point) secara berkala juga memberikan jaring pengaman tambahan yang sangat berguna.
Perawatan rutin lainnya meliputi pembaruan driver dan sistem operasi secara teratur, pemindaian antivirus berkala, serta pemeriksaan kesehatan hard drive menggunakan perintah chkdsk. Sebagaimana dikutip dari Wondershare, "Terapkan tugas perawatan rutin seperti disk cleanup, pengecekan dan perbaikan kesalahan disk, serta optimasi performa sistem." Dengan menerapkan kebiasaan ini, komputer akan tetap berjalan optimal dan risiko terjebak dalam automatic repair loop dapat diminimalisir secara signifikan.
Baca juga: Penyebab Keyboard Laptop Tidak Berfungsi dan Solusinya
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Automatic Repair Artinya
Berapa lama proses automatic repair biasanya berlangsung?
Dalam kondisi normal, proses automatic repair berlangsung antara 5 menit hingga lebih dari satu jam, tergantung pada spesifikasi hard drive dan tingkat kerusakan sistem. Jika proses ini memakan waktu lebih dari dua jam tanpa ada perubahan, kemungkinan besar komputer sudah terjebak dalam loop dan memerlukan intervensi manual melalui metode perbaikan seperti troubleshooting bootloop.
Apakah data saya akan hilang saat komputer mengalami automatic repair?
Proses automatic repair itu sendiri tidak menghapus data pribadi pengguna. Namun, jika Anda memilih opsi Reset PC dengan pilihan "Remove everything" untuk menyelesaikan masalah, seluruh data akan terhapus. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu menyelamatkan data terlebih dahulu sebelum melakukan langkah perbaikan yang lebih drastis, misalnya dengan melepas hard drive dan menghubungkannya ke komputer lain yang berfungsi normal.
Apakah automatic repair bisa dinonaktifkan secara permanen?
Ya, automatic repair dapat dinonaktifkan melalui Command Prompt dengan perintah bcdedit /set {current} recoveryenabled No. Namun, sebagaimana dikutip dari NinjaOne, "menonaktifkan secara permanen dapat membuat sistem tanpa mekanisme fallback otomatis." Artinya, jika terjadi masalah booting di kemudian hari, Windows tidak akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri dan pengguna harus melakukan troubleshooting secara manual sepenuhnya. Pertimbangkan untuk menonaktifkan fitur ini hanya secara sementara saat melakukan diagnostik sistem.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923527/original/036149100_1782440271-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_09.15.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516709/original/040048600_1782442240-l24Vyb1ghDGDnYWe73BWxunriHvJOANDpkObvYg0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520403/original/048868700_1782447849-word_media_image1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445520/original/075350800_1765858409-Honor_Magic_8_Series.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7764829/original/058953600_1780574941-Google_Gemini_Ternyata_Rentan_Dibajak_Lewat_Fitur_Biasa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8523084/original/003578800_1782451843-ITSEC_Makassar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8329378/original/082404000_1782199231-hMTeDYvlgHtdVan8ueVST9OVTS73PL7NKKCagJon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548627/original/091644200_1775546032-Galaxy_A57_5G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223628/original/006471600_1747555821-Redmi_A5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516816/original/065854700_1782442356-cropped-b1bba479-1883-4989-bccc-c85a346b2c2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519472/original/008783700_1782446346-14471896094225389544.jpeg)