Seberapa Sering Harus Mengganti Sikat Gigi, Hati-Hati Bikin Bau Mulut

Simak seberapa sering harus mengganti sikat gigi agar napas segar dan mulut tetap bersih setiap hari.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seberapa sering harus mengganti sikat gigi menjadi hal yang jarang dipikirkan banyak orang, padahal ini menjadi penting lantaran berkaitan langsung dengan kesehatan mulut. Berdasarkan informasi di laman resmi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), penggantian sikat gigi idealnya dilakukan setiap tiga bulan sekali. Sebab, bulu sikat yang dipakai setiap hari berangsur rusak sehingga daya angkatnya terhadap plak dan sisa makanan menurun.

Sikat gigi yang sudah lewat masa pakai justru bisa memperparah kondisi seperti bau mulut, bukan menghilangkannya. Bulu sikat yang aus tidak lagi menjangkau sela gigi dan gusi secara merata, sehingga sisa makanan dan bakteri lebih mudah tertinggal. Kondisi ini memicu plak menumpuk, gigi berlubang, dan radang gusi jika dibiarkan.

American Dental Association (ADA) turut menganjurkan penggantian sikat gigi setiap tiga sampai empat bulan, atau lebih cepat bila bulu sikat rusak. Berikut penjelasan lengkap soal waktu ideal ganti sikat gigi, tanda kerusakan yang perlu diwaspadai, sampai cara merawatnya agar tahan lama, dirangkum Liputan6, Selasa (11/8).

Waktu Ideal Mengganti Sikat Gigi

Sebagaimana direkomendasikan ADA dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, jangka waktu tiga sampai empat bulan untuk mengganti sikat gigi sangatlah ideal. Ini, karena pada rentang waktu tersebut kondisi sikat baik manual maupun elektrik akan semakin berkurang kinerjanya.

Ditegaskan FKG UGM, patokan tiga bulan berlaku karena bulu sikat mulai kehilangan kekuatan pada rentang waktu tersebut. Pemakaian dua kali sehari mempercepat proses ini dibanding pemakaian yang lebih jarang.

Jika Anda lupa menghitung waktu, tandai tanggal beli di kalender atau ponsel. Cara ini membantu mengingat kapan sikat gigi harus diganti tanpa menunggu bulu sikat rusak parah. Penggantian sikat gigi jadi salah satu langkah mendasar untuk menjaga kondisi kesehatan mulut dan gigi.

Tanda Sikat Gigi Sudah Harus Diganti

Terkait tanda sikat gigi sudah harus diganti ini terlihat dari bulu sikat yang sudah mulai berubah bentuk. Di keadaan ini, bentuknya seringkali sudah mekar atau melebar ke samping dan ini mudah dikenali. Bentuk bulu yang berubah membuat sikat gigi sulit menjangkau sela gigi seperti semula karena berkurang sisi rapatnya.

Warna bulu sikat yang pudar juga menandakan usia pakai sudah lama. Sejumlah sikat gigi bahkan dilengkapi indikator warna yang memudar setelah tiga bulan pemakaian dan ini sangat membantu pengguna agar tidak lupa menggantinya.

Bau pada sikat gigi yang tidak hilang meski sudah dibilas air juga jadi sinyal harus diganti. Begitu pula bila sikat gigi sempat jatuh ke tempat kotor, sebaiknya langsung diganti tanpa menunggu jadwal rutin.

Bau Mulut Akibat Sikat Gigi yang Lama Dipakai

Bulu sikat yang renggang bahkan rontok membuat proses membersihkan gigi tidak lagi efektif. Sisa-sisa makanan yang menempel di sela gigi jadi sulit terangkat. Hal tersebut jika dibiarkan tertinggal lama akan menjadi sumber bau mulut.

Tak hanya itu, bulu sikat gigi juga menyimpan bakteri dari mulut dan sisa makanan setiap kali dipakai. Bila sikat gigi tidak diganti, bakteri ini bisa terbawa kembali ke mulut setiap kali menyikat gigi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko plak menumpuk, karies gigi, dan radang gusi. Bau mulut yang muncul pun cenderung menetap meski sudah rajin sikat gigi dan ini tentu akan sangat mengganggu saat berbicara dengan orang lain.

Ganti Sikat Gigi Setelah Sakit

Selanjutnya, sikat gigi juga sebaiknya diganti begitu sembuh dari sejumlah kondisi sakit, seperti flu berat, radang tenggorokan, atau infeksi mulut. Kuman penyebab sakit tersebut bisa bertahan di sela bulu sikat.

Menggunakan sikat gigi lama setelah sakit berisiko membuat kuman masuk kembali ke mulut. Risiko ini yang membuat dokter gigi menyarankan penggantian sikat gigi pasca-sakit, bukan menunggu jadwal tiga bulan.

Untuk pilek ringan yang umum, penggantian sikat gigi bukan keharusan menurut ADA. Namun mengganti sikat gigi tetap boleh dilakukan bila membuat lebih nyaman dan potensi yang merugikan kesehatan gigi sertma mulut juga bisa berkurang.

Cara Merawat Sikat Gigi agar Tahan Lama

Anda bisa memperhatikan cara merawat sikat gigi. Bisa memulainya dengan cara membilas menggunakan air mengalir sebelum dan sesudah sikat gigi atau membungkusnya dengan benda steril. Ini akan membantu menyingkirkan sisa pasta gigi dan bakteri. Kebiasaan ini juga menjaga bulu sikat tetap bersih setiap hari.

Simpan juga sikat gigi dalam posisi berdiri dan biarkan kering di udara terbuka. Hindari menyimpannya berdempetan dengan sikat gigi orang lain agar bakteri tidak berpindah atau terkontaminasi.

Merendam sikat gigi dalam obat kumur sebaiknya dihindari karena justru mempercepat kerusakan bulu sikat. Cara penyimpanan yang tepat membantu sikat gigi bertahan sesuai masa pakainya.

Tips Memilih Sikat Gigi Baru

Anda sangat bisa memilih sikat gigi baru agar lebih awet. Pilihlah dengan bulu lembut agar gusi tidak terluka saat menyikat gigi setiap hari. Bulu yang terlalu kaku berisiko membuat kondisi gusi turun seiring waktu.

Kemudian, Anda bisa sesuaikan ukuran kepala sikat gigi dengan rongga mulut supaya seluruh gigi terjangkau, termasuk gigi geraham di bagian belakang. Sikat gigi elektrik maupun manual sama-sama bisa dipilih sesuai kenyamanan.

Jangan lupa juga perhatikan label sertifikasi dari asosiasi dokter gigi pada kemasan sikat gigi. Label ini menjadi acuan bahwa sikat gigi sudah melalui uji kualitas sebelum dipasarkan sehingga sesuai standar kesehatan dan keamanan pengguna.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Berapa Bulan Sekali Mengganti Sikat Gigi

1. Berapa bulan sekali harus mengganti sikat gigi?

Sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga sampai empat bulan sekali, sesuai anjuran ADA dan FKG UGM.

2. Apa tanda sikat gigi harus segera diganti?

Bulu sikat yang mekar, warna pudar, dan bau yang tidak hilang menjadi tanda sikat gigi harus diganti.

3. Apakah sikat gigi yang lama bisa menyebabkan bau mulut?

Ya, sikat gigi yang aus tidak mengangkat sisa makanan dan bakteri secara maksimal sehingga memicu bau mulut.

4. Apakah kepala sikat gigi elektrik juga perlu diganti rutin?

Perlu. Kepala sikat gigi elektrik tetap harus diganti setiap tiga sampai empat bulan seperti sikat gigi manual.

5. Perlukah mengganti sikat gigi setelah sakit?

Disarankan, terutama setelah flu berat, radang tenggorokan, atau infeksi mulut, untuk mencegah kuman masuk kembali ke mulut.

 

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6