Siapkan 20 Ribu Pasukan ke Gaza, Menhan Ungkap Dua Skema Pengiriman

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa Indonesia memiliki dua jalur untuk memperoleh restu dalam mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

Diterbitkan 14 November 2025, 14:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo siap kirim 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza.
  • Pasukan akan fokus pada misi kesehatan dan konstruksi di Gaza.
  • Pengiriman butuh restu PBB atau organisasi internasional yang disepakati.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Presiden Prabowo Subianto siap mengirim 20.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, Palestina, yang di mana akan fokus di dua hal.

"Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar karena sebagaimana teman-teman tahu bahwa kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia juga sedang kita tingkatkan," kata dia di Kantor Kementerian Pertahanan Jakarta, Jumat (14/11/2025).

"Jadi, pemikiran beliau kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi," sambung Sjafrie.

Dia membeberkan, ada dua jalan untuk mendapatkan restu mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. Yang pertama, pengiriman pasukan perdamaian di Gaza berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Selain itu, alternatif kedua mendapat persetujuan organisasi internasional yang diinisiasikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Nah, ini yang memerlukan pembicaraan yang tentunya tidak dalam waktu singkat, tapi memerlukan satu kesepakatan bersama," ujarnya.

Indonesia berharap, lanjut Sjafrie, negara-negara yang memiliki kemampuan untuk terlibat membantu agar Indonesia dapat mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Khususnya, negara-negara Arab, yaitu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, Uni Emirate Arab.

"Jadi ada lima yang kalau itu menyatakan silakan, maka Indonesia dengan senang hati akan melibatkan. Tentu saja Israel, karena Israel adalah bagian yang sangat kompeten di dalam persoalan ini," tutur Sjafrie.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan Indonesia siap mengirimkan 20.000 lebih pasukan penjaga perdamaian ke wilayah-wilayah konflik. Mulai dari, Gaza, Ukraina, Sudan, hingga Libya.

Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato pada Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Prabowo mendapatkan urutan ketiga saat berpidato.

"Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum ini memutuskan, Indonesia siap mengirimkan 20.000 atau lebih putra-putri kami untuk menjaga perdamaian di Gaza. Di Ukraina, di Sudan, Libya, di mana pun perdamaian dijaga," kata Prabowo sebagaiman disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/9/2025).

 

Salah Satu Kontributor Terbesar

Dia mengatakan saat ini Indonesia pun menjadi salah satu kontributor terbesar untuk pasukan perdamaian PBB. Prabowo menenegaskan Indonesia berkomitmen menjaga perdamaian bukan hanya dengan kata-kata, namun juga tindakan nyata.

"Kami adalah salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB. Kami percaya pada PBB. Dan kami siap membantu, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata" jelasnya.

Selain itu, Prabowo menuturkan Indonesia siap memberikan dukungan keuangan untuk misi besar PBB dalam menjaga perdamaian dunia.

"Dan kami tidak hanya akan menyumbangkan personel (perdamaian). Kami juga siap memberikan dukungan keuangan untuk membantu misi besar ini," tutur Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6