Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Seribu mengajak seluruh warga kepulauan setempat dan jajaran lintas instansi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah itu.
"Kepulauan Seribu memiliki karakteristik risiko bencana yang berbeda dari wilayah lain di DKI Jakarta," ujar Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan dalam Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan di Jakarta, melansir Antara, Kamis (13/11/2025).
Ia mengatakan, selain curah hujan tinggi juga menghadapi potensi kenaikan muka air laut, angin kencang dan puting beliung yang sering melanda perairan.
Advertisement
"Pemerintah daerah bersama unsur Polres, Koramil, KPLP Tanjung Priok, dan PBB terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kesiapan seluruh pihak di lapangan," terang Fadjar.
Menurut dia, langkah-langkah yang disiapkan antara lain meliputi penyiapan personel dan peralatan di seluruh pulau berpenduduk. Kemudian, penetapan jalur evakuasi dan titik pengungsian sementara bagi warga terdampak banjir rob dan angin kencang.
"Selanjutnya, pemantauan transportasi laut dan komunikasi darat untuk memastikan proses evakuasi serta distribusi bantuan berjalan lancar," papar Fadjar.
Pihaknya juga melakukan peremajaan dan pemotongan pohon dan pembersihan saluran air oleh petugas penanganan prasaran dan sarana umum (PPSU) dan unit kerja teknis (UKT).
"Setelah itu, melakukan peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda cuaca ekstrem dan langkah mitigasi bencana," ucap Fadjar.
Â
Penguatan Koordinasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938376/original/004974400_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-7.jpg)
Pihaknya juga melakukan penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media dan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Semangat gotong royong yang dimiliki warga Kepulauan Seribu adalah kekuatan besar dalam menghadapi potensi bencana," ucap Fadjar.
Dia menambahkan apel dan simulasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur menghadapi dampak musim penghujan.
"Sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif dalam membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap bencana alam," kata Fadjar.
Sebelumnya, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra menegaskan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
"Kesiapan bukan hanya soal peralatan, tapi juga kecepatan dan koordinasi di lapangan," kata Argadija setelah kegiatan itu.
Menurut dia, kesiapsiagaan seluruh unsur merupakan bagian dari tanggung jawab dalam Jaga Jakarta, termasuk wilayah Kepulauan Seribu.
"Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi saat musim penghujan," ujar Argadija.
Apel tersebut diikuti oleh 250 personel gabungan dari unsur Sudin Sumber Daya Air, Sudin Lingkungan Hidup, UKT 1 dan UKT 2, Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK 3D), tim kesehatan, PMI, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), PPSU, Satpol PP, Gulkarmat, organisasi masyarakat, pasukan pelajar dan Pramuka, serta dukungan aparat TNI-Polri dan Basarnas.
Â
Advertisement
BMKG Bangun Pusat Kendali Ganda, Jaga Peringatan Dini Tetap Aktif 24 Jam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938377/original/044594100_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-8.jpg)
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengembangkan sistem pusat kendali ganda (dual command center) untuk memperkuat jaringan peringatan dini multi-bencana nasional.
Langkah ini diambil guna memastikan sistem tetap berfungsi selama 24 jam tanpa gangguan, bahkan ketika terjadi bencana di satu wilayah.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pusat kendali utama dibangun di Jakarta dan didukung oleh backup command center di Bali sebagai sistem redundansi nasional.
"Dengan sistem kendali ganda, seluruh jaringan peringatan dini akan tetap aktif meskipun terjadi gangguan di satu wilayah," ujar Faisal dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa 11 November 2025.
Faisal menjelaskan, pusat kendali baru tersebut akan mengintegrasikan pemantauan gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem, dan kualitas udara ke dalam satu sistem nasional. Integrasi ini, kata dia, merupakan bagian dari transformasi digital BMKG menuju sistem real-time disaster monitoring yang lebih tangguh dan efisien.
Sistem ini juga didukung oleh algoritma otomatis hasil proyek Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRP), yaitu proyek kolaborasi antara BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan Bank Dunia. Program tersebut telah rampung pada 2025 dengan pendanaan hibah internasional senilai 85 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Teuku Faisal, yang baru dilantik sebagai Kepala BMKG sepekan lalu, menilai bahwa penguatan sistem digital dan jaringan pemantauan real-time merupakan langkah penting di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia.
"BMKG berkomitmen membangun infrastruktur yang tidak hanya canggih, tapi juga tangguh dan inklusif," jelas Teuku Faisal.
Ia menegaskan bahwa Indonesia kini bergerak menuju sistem peringatan dini terpadu yang setara dengan standar lembaga meteorologi dunia, sehingga mampu memberikan layanan publik yang lebih cepat dan akurat saat menghadapi potensi bencana alam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184513/original/094401600_1665147916-hujan_1.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412103/original/005950000_1763032949-Pulau_Seribu.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275071/original/007659000_1672215517-022041600_1517486603-20180201-Cuaca-Ekstrem-IA1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369206/original/047420200_1759458941-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1589558/original/029708200_1494329884-170329_01_Focus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313971/original/069889800_1785728411-kor1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309403/original/069445500_1785226814-spa2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311657/original/091614300_1785415467-IMG_9976.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307359/original/092237200_1784994948-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/736877/original/099368000_1410679191-gelombang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304313/original/085904500_1784712225-1000946783.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303944/original/039795900_1784701533-Untitled.jpg)