Firasat Istri Sebelum Suaminya Ditemukan Tewas dengan Tangan dan Mulut Terikat di Pinggir Tol Jagorawi

Ifah berusaha berfikir positif mengingat handphone suaminya sempat mengalami kerusakan. Namun gelagat suaminya dirasakan Ifah sangat berbeda dari kebiasaan saat memberikan pesan melalui handphone.

Diterbitkan 12 November 2025, 20:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Suasana duka menyelimuti kediaman Ujang Adiwijaya di Kampung Pitara, Pancoran Mas, Depok. Barisan bangku yang digunakan untuk takziah tampak berbaris, bendera kuning menjadi saksi bisu kesedihan keluarga Almarhum Ujang yang berprofesi sebagai pengemudi online.

Raut wajah kesedihan Ifah Muhtianah yang merupakan istri korban, merelakan suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga, telah pergi oleh ulah para tersangka yang kini dalam buruan kepolisian.

“Saya terakhir ketemu hari Minggu (9/11/2025), jam 09.30 WIB,” ujar Ifah, Rabu (12/11/2025).

Ifah sempat menerima kabar dari suaminya di hari minggu sekitar pukul 18.00 WIB terkait adanya paket pesanan barang. Pesan yang dikirim Ifah sempat tidak terkirim, namun tidak lama berselang handphone suaminya dapat menerima pesannya.

“Pas di telepon, di telepon itu memanggil, bukan berdering. Udah gitu saya WA lagi checklist lagi. Di situ saya udah mulai gelisah dah,” ucap Ifah.

Ifah berusaha berfikir positif mengingat handphone suaminya sempat mengalami kerusakan. Namun gelagat suaminya dirasakan Ifah sangat berbeda dari kebiasaan saat memberikan pesan melalui handphone.

“Setelah itu saya nggak tidur sampai pagi. Saya lihat mobilnya ke depan, nggak ada mobilnya,” terang Ifah.

Naluri seorang istri terhadap suaminya menjadi ikatan kuatan firasat yang diterima Ifah. Tidak seperti biasanya, suaminya kini tidak pulang ke rumah hingga perasaan Ifah gelisah.

“Seumur saya rumah tangga sama dia (korban), itu baru yang namanya nggak ngabarin itu ya nggak pernah, baru kali ini, makanya saya ya pokoknya sedikit janggal dah,” kata Ifah.

 

Istri Sempat Cari Suaminya

Kegelisahan hati Ifah seakan tidak terbendung, mengingat suaminya belum pulang ke rumah dan tanpa kabar. Ifah berusaha mencari suaminya ke tempat mangkal untuk mencari penumpang, serta sempat menanyakan kabar kepada teman suaminya.

“Temen suami tidak ada yang mengetahui,” ujar Ifah.

Tidak hanya Ifah, anaknya turut mendapatkan firasat tidak enak mengetahui ayahnya belum pulang ke rumah. Ifah berusaha menenangkan hati anaknya dan berdoa untuk suaminya pulang dalam keadaan selamat.

“Setelah jam 9 malam, baru dapet kabar dari komunitas online, dan adenya telepon,” jelas Ifah.

Adik korban sempat menanyakan kepada Ifah terkait pakaian yang dikenakan suaminya saat terakhir kali keluar rumah. Ifah memberitahukan kepada adiknya terkait pakaian yang dikenakan korban, setelah diberitahukan, adik korban sempat berucap takbir.

“Pas dikirim (foto) dilihat langsung kayak teriak Astagfirullah, istigfar lah ya,” ungkap tutur Ifah.

Adik korban sempat memastikan kebenaran foto yang dikirim merupakan kakaknya kepada Ifah. Usai melihat foto, Ifah memastikan pria pada foto tersebut merupakan suaminya yang belum pulang ke rumah.

“Adiknya yang ke rumah sakit Kramat Jati, ngasih lihat foto,” kata Ifah.

Tubuh Penuh Lebam dan Ada Tusukan

Ifah mendapati luka pada tubuh korban terdapat bekas tusukan dan lebam biru. Ifah tidak menyangka suaminya menjadi korban pembunuhan dari tangan para tersangka yang tidak memiliki hati nurani kemanusiaan.

Ifah tidak mengetahui secara pasti suaminya memiliki permasalahan kepada orang lain atau tidak. Namun, suaminya sempat mengakui memiliki pinjaman online berupa uang.

“Ada tuh yang ke rumah, saya nggak tahu waktu dia minjemnya itu hanya pinjaman pinjol aja, selebihnya saya juga nggak tau dia nggak pernah cerita,” ungkap Ifah.

Ifah sempat menemui para penagih pinjol yang datang ke rumahnya, suaminya meminjam uang sebesar Rp 4 juta dan telah dibayar selama empat bulan. Namun pada bulan kelima, suaminya belum membayar pinjol sehingga di tagih ke rumahnya.

“Tapi dia sering cerita ke saya ngomong, mah saya suka diteror sama pinjol yang lain,” ujar Ifah.

Ifah sempat mendengarkan cerita suaminya yang ketakutan saat di teror pinjol. Bahkan, suaminya sempat diancam penagih pinjol melalui telepon.

“Kalau pinjol mungkin ya tau lah ya, ada ancaman kan yang suka gak kuat itu ada yang bunuh diri, kalau dia Alhamdulillah sering saya iniin (kuatkan),” ungkap Ifah.

Ifah hanya dapat berserah diri kepada tuhan dan mendoakan suaminya. Ifah menduga, suaminya menjadi korban perampokan, dikarenakan mobil, handphone, hingga dompet korban belum ditemukan.

“Kalau kata saya ini perampokan,” terang Ifah.

Ifah menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk menangkap tersangka yang membunuh suaminya. Ifah percaya, polisi dapat segera menangkap tersangka yang sudah tega menghilangkan nyawa suaminya.

“Cuma harapannya ya itu aja, pengennya dia itu yang ngebunuh suami saya ketangkap cepat-cepat lah. Polisi supaya bener-bener serius lah nanganinnya,” harap Ifah.

Ujang Diduga Korban Pembunuhan

Sebelumnya, polisi menduga jenazah yang ditemukan di pinggir Jalan Tol Jagorawi KM 30, kawasan Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, korban pembunuhan. Hasil identifikasi, korban bernama Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online.

“Setelah melaksanakan identifikasi, kemudian dilanjutkan dengan proses autopsi, sementara diperoleh bahwa memang terdapat satu dugaan tindak pidana di sana,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap korban. Ujang Adiwijaya diketahui merupakan warga Kampung Pitara, Gang Kemang, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

“Tim kami masih menyelidiki, menghimpun keterangan yang diperoleh saksi-saksi di lapangan,” kata dia.

Dari keterangan saksi, korban terakhir kali pergi dengan mengendarai kendaraan roda empat. Namun, kendaraan tersebut tidak ditemukan di lokasi penemuan mayat.

Tak hanya itu, barang-barang lain milik korban seperti handphone juga hilang dan belum ditemukan.

“Yang bersangkutan juga sebagai pengemudi taksi daring memiliki gawai handphone yang saat kita cek di lapangan barang-barang tersebut tidak ada,” ucapnya.

Kuat dugaan, lanjut Anggi, mobil beserta ponsel milik korban dibawa kabur oleh pelakunya.

“Kemungkinan barang-barang tersebut diambil oleh terduga pelaku,” terang Anggi.

Saat ini, Polres Bogor masih terus melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pembunuhan tersebut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6