Pramono Janji Perbaiki Halte dan Stasiun MRT yang Belum Ramah Disabilitas di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji bakal memperbaiki sejumlah halte TransJakarta dan stasiun MRT yang belum ramah bagi penyandang disabilitas.

Diterbitkan 03 November 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI janji perbaiki halte TransJakarta dan stasiun MRT agar ramah disabilitas.
  • Pemprov DKI berkomitmen wujudkan kota inklusif dengan Kartu Disabilitas dan akses gratis.
  • Pelatihan kerja bagi disabilitas akan diperluas untuk kesempatan kerja yang sama.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji bakal memperbaiki sejumlah halte TransJakarta dan stasiun MRT yang belum ramah bagi penyandang disabilitas.

Hal ini disampaikan Pramono saat membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Ia mengatakan, masih ada sejumlah fasilitas transportasi umum di Jakarta yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas penyandang disabilitas. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu keluhan utama yang kerap disampaikan masyarakat saat ia berdialog langsung dengan komunitas disabilitas.

"Keluhan yang paling utama memang tidak semua halte ramah terhadap mereka, termasuk yang menggunakan MRT. Tidak semua stasiun MRT itu ramah, tetapi sebagian besar sekarang ini sudah mulai ramah terhadap kelompok disabilitas. Maka yang seperti inilah yang kemudian akan kita lakukan perbaikan," ujar Pramono, Senin (3/11/2025).

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan ekosistem kota yang inklusif dan berkeadilan. Upaya tersebut, kata Pramono, dilakukan melalui berbagai kebijakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan penyandang disabilitas.

"Beberapa di antaranya adalah penyediaan Kartu Disabilitas, pembentukan Pasukan Putih sebanyak 584 anggota yang bertugas memberikan layanan kesehatan dan pendampingan bagi disabilitas serta lansia," ucap dia.

 

Akses Transportasi Gratis

Kemudian, lanjut Pramono, ada pemberian akses transportasi gratis bagi penyandang disabilitas di seluruh moda transportasi publik, seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan Mikrotrans.

"Pemerintah harus benar-benar hadir untuk kelompok disabilitas. Saya ingin memastikan mereka mendapat perhatian dan pelayanan yang layak, termasuk dalam akses transportasi sehari-hari," terang dia.

Pramono juga menyoroti pentingnya pelatihan kerja (upskilling) bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan yang sama di dunia kerja.

Ia meminta Dinas Ketenagakerjaan DKI untuk memperluas pelatihan di balai kerja milik pemerintah sebagai bentuk dukungan konkret bagi kelompok disabilitas yang belum bekerja.

"Jakarta sekarang ini ekonominya tumbuh 5,18 persen. Kita sudah memberikan konstribusi 16,61 persen terhadap GDP kita, sehingga secara signifikan saya berharap bahwa teman-teman disabilitas juga harus bisa merasakan apa yang dirasakan oleh yang lainnya," tutup Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6