JPO Tendean Bakal Dibongkar, Arus ke Blok M Ditutup Sementara

Penutupan arus ke Blok M akan diberlakukan sementara untuk kelancaran proses.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • JPO Tendean akan dibongkar total setelah tertabrak truk dan tiang penyangga bergeser.
  • Pembongkaran menunggu lalu lintas kondusif, arus Blok M ditutup sementara.
  • Proses dimulai pukul 10.00 WIB, diawali pemotongan atap, diharapkan selesai sore.

Liputan6.com, Jakarta - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akan dibongkar setelah tertabrak truk pengangkut alat berat, Selasa (14/7/2026).

Pembongkaran dilakukan karena salah satu tiang penyangga bergeser sehingga dinilai tidak memungkinkan hanya diperbaiki sebagian.

"Pondasinya di sebelah sini tiangnya sudah lepas, mau tidak mau harus kami lepas. Pelepasannya juga tidak bisa setengah, harus seluruhnya karena tidak ada penunjang di tengah," kata Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal di lokasi, Selasa (14/7/2026).

Menurut Rifki, pembongkaran belum bisa dilakukan pada pagi hari karena arus lalu lintas masih padat. Bina Marga masih berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk menentukan waktu pelaksanaan.

"Sementara kami menunggu jam sibuk selesai. Setelah itu arus menuju Blok M akan ditutup sementara untuk proses pembongkaran," ungkap dia.

 

Berharap Sore Ini Selesai

Rifki menuturkan peralatan dan alat berat sedang menuju lokasi. Proses pembongkaran ditargetkan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan memotong atap JPO terlebih dahulu sebelum gelagar jembatan dilepas.

"Yang pertama kita pangkas dulu atap JPO karena jaraknya terlalu dekat. Setelah itu baru gelagarnya dilepas. Mudah-mudahan menjelang siang atau sore sudah selesai," katanya.

Selama menunggu proses pembongkaran, area di sekitar JPO tetap diamankan. Petugas belum mengizinkan pekerjaan dilakukan sebelum kondisi lalu lintas lebih kondusif demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Sementara kita buat pengamanan makanya. Ini kita masih tahan, kita masih pengamanan. Nanti setelah kondisi peak hour selesai, nah kita akan masuk baru kita lepas itu, kita amankan semuanya," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6