Kondisi Korban Ledakan di Gudang Amunisi Madiun

1 Prajurit meninggal karena ledakan tersebut.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ledakan di Gudang Amunisi Madiun menewaskan 1 personel, 6 lainnya luka-luka.
  • TNI AD evakuasi korban, berikan pendampingan, dan bentuk tim investigasi.
  • Investigasi akan dilakukan profesional, objektif, dan transparan untuk mengungkap penyebab.

Liputan6.com, Jakarta - Seluruh korban ledakan yang diduga terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026), langsung dievakuasi ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

TNI Angkatan Darat juga memastikan memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga prajurit yang gugur.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan satu personel gugur dalam insiden tersebut. Selain itu, empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan.

"Sesaat setelah kejadian, satuan segera melakukan evakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat, sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang," kata Donny dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Donny, selain memastikan korban mendapat penanganan medis, TNI AD juga memberikan perhatian dan pendampingan penuh kepada keluarga prajurit yang gugur serta personel yang masih dalam perawatan medis.

"Saat ini, Tentara Nasional Angkatan Darat telah mengambil langkah-langkah penanganan awal dengan memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap korban, berkoordinasi dengan rumah sakit, serta membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," ujarnya.

 

Ledakan Saat Pemeriksaan dan Perawatan Materiil

Ledakan terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan di Gupusmu II Puspalad.

Selain menangani para korban, TNI AD membentuk tim investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Tim tersebut telah diberangkatkan ke lokasi pada Kamis sore.

Donny menegaskan proses investigasi akan dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar seluruh fakta yang ditemukan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengajak seluruh pihak memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dan mendoakan korban yang masih menjalani perawatan segera pulih.

“Tentara Nasional Angkatan Darat berkomitmen menangani peristiwa ini secara serius, transparan, sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban maupun proses investigasi berjalan sebaik-baiknya,” tandas Donny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6