Profil Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani: Ahli Kebencanaan dan Penemu Alat Pendeteksi Longsor

Teuku Faisal Fathani dikenal luas di kalangan ilmuwan kebumian karena kiprahnya dalam riset dan pengabdian kebencanaan di berbagai daerah. Teuku Faisal dikenal dengan inovasi teknologi mitigasi bencana. Dia menciptakan alat pendeteksi longsor yang diberi nama GAMA-EWS.

Diterbitkan 03 November 2025, 13:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prof Teuku Faisal Fathani resmi menjabat Kepala BMKG, gantikan Prof Dwikorita Karnawati.
  • Serah terima jabatan dipimpin Menhub Duddy Purwagandhi pada Senin pagi di Jakarta.
  • Faisal dikenal pakar kebencanaan UGM dan penemu alat pendeteksi longsor GAMA-EWS.

Liputan6.com, Jakarta Guru Besar Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Teuku Faisal Fathani resmi menggantikan Prof Dwikorita Karnawati sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan mengatakan bahwa serah terima jabatan antara Dwikorita dan Faisal telah dilaksanakan pada Senin pagi di Jakarta dan dipimpin oleh Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi.

“Sudah mas, tadi pagi jam sembilan,” kata Taufan saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (3/11/2025). Dilansir Antara.

Prof Teuku Faisal Fathani dikenal sebagai akademisi dan pakar kebencanaan dari UGM yang aktif dalam penelitian sistem peringatan dini longsor dan mitigasi bencana hidrometeorologi. 

Teuku Faisal lahir di Banda Aceh, 26 Mei 1975. Faisal merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan pertama (TN 1) dan dikenal luas di kalangan ilmuwan kebumian karena kiprahnya dalam riset dan pengabdian kebencanaan di berbagai daerah.

Dia adalah Guru Besar Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meraih gelar profesor tahun 2017. Dia meraih gelar PhD di bidang geoteknik dari Tokyo University of Agriculture and Technology serta pengalaman post-doctoral di Public Policy Center, The University of Iowa.

 

Penemu Alat Pendeteksi Longsor

Dia dikenal dengan inovasi teknologi mitigasi bencana. Dia menciptakan alat pendeteksi longsor yang diberi nama GAMA-EWS. Sistem canggih ini terdiri dari berbagai sensor seperti penakar hujan, ekstensiometer, tiltmeter, dan pemantau fluktuasi muka air tanah.

Temuannya ini tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi telah diimplementasikan secara luas di 32 provinsi di Indonesia dan bahkan di beberapa negara lain.

Dengan pengangkatan ini, BMKG diharapkan dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung keselamatan publik, peningkatan literasi cuaca dan iklim, serta kolaborasi sains untuk menghadapi tantangan perubahan iklim di Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6