BPBD Jaktim Siagakan 30 Personel dan Perahu Karet Antisipasi Genangan Air hingga Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Timur (BPBD Jaktim) menyiagakan 30 personel dan perahu karet untuk mengantisipasi potensi banjir serta genangan air di sejumlah titik rawan.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 09:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Timur (BPBD Jaktim) menyiagakan 30 personel dan perahu karet untuk mengantisipasi potensi banjir serta genangan air di sejumlah titik rawan.

"Personel piket dan on call sebanyak 30 personel sudah bersiaga," ujar Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur Ali Kojim saat dihubungi, melansir Antara, Rabu (29/10/2025).

Ali menyebut, langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya intensitas hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

"Personel tersebut disiagakan untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi genangan air, pohon tumbang, maupun peristiwa kebencanaan lain akibat cuaca ekstrem," terang dia.

Hingga saat ini, menurut Ali, belum ditemukan adanya warga yang terdampak banjir atau harus mengungsi.

"Tidak ada pengungsi. Banjir dan genangan yang terjadi kemarin Alhamdulillah masih aman," ucap dia.

Meski demikian, lanjut Ali, tim BPBD Jaktim tetap melakukan patroli dan pemantauan di beberapa wilayah yang kerap tergenang air ketika hujan deras turun, seperti kawasan Cakung, Ciracas, dan Jatinegara.

Ali menyampaikan, untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, BPBD Jakarta Timur juga menyiapkan beberapa unit perahu karet lengkap dengan peralatan keselamatan seperti pelampung, dayung, dan tali pengaman.

"Peralatan ini digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang membutuhkan evakuasi cepat jika genangan air meningkat. Kami hanya menyiagakan perahu karet beserta kelengkapannya untuk antisipasi," papar Ali.

 

Tim di Lapangan Lakukan Koordinasi

Kemudian, menurut Ali, tim di lapangan juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memastikan aliran air di saluran dan kali tetap lancar.

"Kesiapan pompa stasioner di beberapa titik genangan juga terus dipantau agar dapat dioperasikan dengan cepat apabila terjadi peningkatan debit air," kata dia.

Ali mengatakan, selain kesiapsiagaan personel dan peralatan, BPBD Jakarta Timur juga terus memperbarui data pemantauan tinggi muka air di sejumlah pintu air, termasuk di Pintu Air Manggarai dan Karet.

"Informasi tersebut menjadi acuan untuk menentukan status siaga dan langkah penanganan lanjutan di tingkat wilayah," ucap dia.

Ali mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat menyebabkan genangan atau banjir lokal.

"Warga juga diharapkan dapat melaporkan segera apabila menemukan genangan tinggi atau pohon tumbang melalui kanal laporan resmi BPBD DKI Jakarta atau posko kelurahan terdekat," kata dia.

"Kami tetap siaga 24 jam. Kalau ada laporan dari warga, tim langsung bergerak. BPBD Jakarta Timur berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama musim hujan dengan menyiagakan personel dan peralatan di seluruh wilayah kecamatan," tutup Ali.

 

Banjir Imbas Luapan Sungai Ciliwung di 20 RT Jaksel dan Jaktim Telah Surut

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan banjir akibat luapan Sungai Ciliwung yang sebelumnya merendam 20 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur kini telah surut.

"Pada pukul 13.45 WIB, seluruh banjir di wilayah DKI Jakarta sudah surut," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan, dikutip dari Antara, Selasa 28 Oktober 2025.

Dia mengatakan bahwa hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya sempat mengakibatkan 20 RT di bantaran Sungai Ciliwung terendam banjir pada Selasa pagi.

Namun, kata dia, berkat upaya kolaborasi yang dilakukan oleh petugas terkait dengan mengerahkan personel berikut peralatan pendukung seperti pompa portabel membuat penanganan banjir semakin cepat.

"Kolaborasi antar instansi dan masyarakat membuat penanganan banjir semakin cepat," jelas Yohan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6