Pemerintah Bangun Sekolah Unggulan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Muda

Sekolah unggulan yang akan dibangun menggunakan kurikulum berstandar internasional seperti International Baccalaureate (IB) sehingga lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik dunia, termasuk Harvard, Oxford, maupun MIT.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 23:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia membutuhkan generasi baru yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepemimpinan global. Ia menekankan bahwa kecerdasan tidak hanya dimiliki oleh anak-anak dari keluarga mampu.

“Kita harus cari anak-anak terpintar Republik Indonesia. Kita beri pendidikan terbaik, supaya kelak bisa menjadi pemenang hadiah Nobel,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menekankan bahwa negara akan hadir untuk menemukan dan mendukung anak-anak berprestasi yang selama ini tak terlihat karena keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan.

Sekolah unggulan yang akan dibangun menggunakan kurikulum berstandar internasional seperti International Baccalaureate (IB) sehingga lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik dunia, termasuk Harvard, Oxford, maupun MIT.

“Banyak anak dari kalangan bawah memiliki kecerdasan luar biasa. Mereka harus ditemukan dan diberi beasiswa penuh,” tegas Presiden.

 

Model Sekolah Terintegrasi Mulai SD hingga SMA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pihaknya menyiapkan konsep dan kurikulum untuk Sekolah Unggul Terintegrasi non-asrama, sesuai arahan Presiden.

“Kami menyiapkan konsep Sekolah Unggul Terintegrasi non-asrama. Satu kawasan pendidikan menggabungkan SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.

Rencananya, satu sekolah unggulan terintegrasi akan dibangun di setiap kecamatan. Kementerian juga sedang membahas teknis penyediaan lahan dan pemanfaatan sekolah yang memiliki jumlah murid sedikit.

Saat ini fokus utama pemerintah adalah penyiapan kurikulum, rekrutmen guru unggul, serta standar akademik internasional.

Program ini disambut positif oleh masyarakat dan pemerintah daerah karena diyakini dapat mempersempit kesenjangan pendidikan antarwilayah serta mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.

Pemerintah menilai pembangunan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6