Cuaca Hari Ini Sabtu 25 Oktober 2025: Langit Jakarta dan Sekitarnya Diselimuti Awan Tebal

Langit Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal pada Sabtu (25/10/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Langit Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal pada Sabtu (25/10/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, seluruh wilayah Jakarta akan berawal tebal pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kemudian pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diperkirakan akan tetap berawan tebal. Kondidi langit tertutup awan tebal ini akan terus terjadi hingga malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

Sementara di wilayah penyangga Jakarta, yaitu di wilayah Kota Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat juga diprediksi langitnya akan tertutup awan tebal sepanjang hari. 

Lalu, cuaca serupa juga terjadi di wilayah Kota Tangerang, Banten. Wilayah Tangerang diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari.

Namun diprediksi aka turun hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari.

Selanjutnya, di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat diprakirakan akan mengalami cuaca yang sama, yakni berawan tebal pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari lama resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Depok   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Kota Bogor   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal

Pakar Kesehatan Jelaskan Bahaya Air Hujan Mengandung Mikroplastik di Jakarta: Jantung Hingga Stroke

Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta ternyata mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini disampaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pakar Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama menegaskan, keberadaan mikroplastik dalam hujan dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Tak hanya efek jangka pendek, paparan mikroplastik juga membawa risiko jangka panjang yang tak bisa diabaikan.

Dalam jangka pendek, mikroplastik yang terhirup bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan.

"Gejalanya bisa berupa batuk, sesak napas, hingga peradangan pada paru-paru akibat stres oksidatif," jelas Ngabila kepada Liputan6.com, Rabu 22 Oktober 2025.

Tak hanya itu, mikroplastik yang tertelan melalui makanan atau minuman juga bisa mengganggu sistem pencernaan, memicu iritasi pada usus, hingga mengganggu keseimbangan flora usus.

Ancaman lainnya adalah potensi gangguan hormon. Mikroplastik dapat membawa zat kimia tambahan atau polutan lingkungan yang dapat masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi sistem hormon, meski secara sementara.

"Bisa menyebabkan gangguan hormon sementara atau penyerapan racun pembawa plastik juga," ucap Ngabila.

Tak hanya berdampak langsung, mikroplastik yang tersebar di lingkungan, termasuk dalam hujan menyimpan bahaya jangka panjang bagi tubuh manusia. Paparan terus-menerus bisa merusak jaringan dan organ vital.

 

Bisa Merusak Sel Sehat

Dalam sejumlah studi, mikroplastik yang ditemukan dalam jaringan manusia memicu inflamasi kronis dan merusak sel-sel sehat.

Ngabila menjelaskan bahwa ancaman ini tidak berhenti di sana. Penelitian terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara mikroplastik dalam plak arteri dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.

"Studi terkini menunjukkan kemungkinan hubungan antara keberadaan mikroplastik dalam plak arteri dan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke," jelas Ngabila.

Mikroplastik juga membawa risiko gangguan hormon dan reproduksi. Zat kimia seperti BPA dan ftalat yang menempel pada mikroplastik dapat mengganggu sistem hormonal, menurunkan kesuburan, menghambat perkembangan janin, bahkan menyebabkan berat lahir rendah.

Dampak yang lebih serius juga mencakup potensi genotoksisitas, kerusakan pada DNA dan aktivitas gen yang bisa meningkatkan risiko kanker. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa partikel mikroplastik dapat menimbulkan stres oksidatif dan mutasi genetik.

Ngabila juga menyebut kemungkinan gangguan metabolik dan imunologis, termasuk pada anak dan janin.

“Mikroplastik dapat menembus aliran darah ibu dan ditemukan di plasenta. Ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak,” jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6